Tsunami Terbelah Saat Azan Berkumandang

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 14 Oktober 2018 13:55
Tsunami Terbelah Saat Azan Berkumandang
Tiba-tiba aliran itu terpecah.

Dream - Peristiwa menakjubkan terjadi ketika gempa dan tsunami menimpa Donggala, Palu, dan Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Salah satunya terekam pada kondisi Masjid Jami, Pantoloan, yang berada di pinggiran Kota Palu.

Masjid Jami Pantoloan tetap berdiri kokoh meski diterjang gelombang tsunami. Salah satu saksi mata, Ismail, 49 tahun, menyebut tsunami menghantam saat dia menjalankan sholat Maghrib di masjid itu.

Ismail menyebut tsunami hanya ‘terbang’ di atas kubah masjid.

“ Pada saat terjadi tsunami di dalam masjid, cukup besar meninggi sekitar 12 meter lebih ketinggian air melewati masjid,” kata Ismail ke PojokSatu, dikutip Minggu, 14 Oktober 2018.

Ismail mengatakan ketika muazin mengumandangkan azan, gempa berkekuatan 7,4 skala Richter (SR) mengguncang. Warga berhamburan untuk menyelamatkan diri dari guncangan keras tersebut.

Saat itu, Ismail tidak mampu berdiri tegak. Meski banyak yang menyelamatkan diri, sebagian jemaah yang berada di dalam masjid melanjutkan niat untuk menjalankan ibadah sholat maghrib berjemaah.

 

1 dari 3 halaman

Ajaib, Air Melompati Masjid

Peristiwa penuh keajaiban itu, kata Ismail, muncul ketika lafaz `hayya alas sholah` dikumandangkan. Gelombang air laut meninggi, menghantam segala sesuatu yang ada di depannya. Kecuali Masjid Jami Pantoloan.

“ Tidak terbelah dua, dia bergelombang naik meninggi ke atas kubah masjid,” ujar Ismail bercerita.

Saksi mata lainnya, Muhammad Alif Firmansyah, 18 tahun, menceritakan keajaiban itu. “ Waktu tsunami terbelah, air itu terbelah, air itu lompat melewati masjid,” kata Alif.

Alif kaget dan merasa kagum, rumah ibadah umat Islam tersebut tetap berdiri kokoh meski terdapat peristiwa tsunami.

2 dari 3 halaman

Mencekam, Terdengar Suara Aneh di Lokasi Terdampak Gempa Palu

Dream - Gempa dahsyat yang melanda Palu dan sekitarnya pada Jumat, 28 Oktober 2018 menyisakan kisah aneh. Usai gempa terjadi, sejumlah warga mendapat pengalaman mencekam, terutama di kawasan terdampak bencana.

Diketahui, hingga 12 hari pasca-bencana, masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi. Sejumlah orang hilang belum ditemukan.

Seperti dialami oleh warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Selatan, Inton, 39 tahun. Dia beberapa kali mengalami kejadian aneh.

Contohnya ketika dia melintas di Jalan Diponegoro di pesisir Pantai Buluri. Inton mengaku sering mendengar suara-suara yang aneh dan makin sering terdengar jelang tengah malam.

" Di sini (posko pengungsi) tidak ada yang berani melintas di sepanjang pesisir pantai itu kalau sudah tengah malam," kata Inton, dikutip dari pojoksatu.id, Rabu 10 Oktober 2018.

Suara-suara itu, kata Inton, seperti wanita atau anak-anak. Isinya adalah permintaan tolong.

" Suara aneh itu terdengar jelas jika melintas pada malam hari, apalagi saat suasana jalan raya sepi," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Suara Dari Lantai 3 Mall yang Tak Ada Orang

Pantai Buluri merupakan lokasi terdampak tsunami cukup parah. Banyak korban meninggal ditemukan di tempat itu.

" Tapi mungkin ada juga yang tidak ditemukan," kata Inton.

Kejadian lain dialami Inton saat terpaksa menjarah pakaian di pusat perbelanjaan Hypermart Palu, dua hari usai gempa. Saat itu, dia juga mendengar suara teriakan.

" Tiba-tiba dari lantai tiga Hypermart terdengar suara perempuan minta tolong. Kami langsung berhamburan keluar mall," kata dia.

Suara itu menyebabkan ketakutan sebagian besar warga yang melakukan penjarahan. Sebab, di lantai tiga sudah tidak ada orang sama sekali.

" Jadi kami yakin suara itu bukan dari manusia, mungkin makhluk halus," ucap Inton.

Lepas dari itu, seluruh masyarakat berharap Palu dapat pulih segera mungkin.

Sumber: pojoksatu.id

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham