Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Malala Yousafzai, Gadis Pakistan Penerima Nobel Perdamaian (moroccoworldnews.com).
Dream - Seorang guru muslimah di Hunterton Central Region High School di Flemington, New Jersey, Amerika Serikat, Sireen Hashem dipecat dari tempat mengajarnya. Penyebabnya, dia memutar video pidato pemenang Nobel perdamaian, Malala Yousafzai kepada para murid ketika mengajar.
Hashem pun melayangkan gugatan ke pengadilan terhadap keputusan sekolah tersebut. Dia mengatakan sekolah tersebut melarang dia mengajarkan Islam, seperti dilansir The Daily Beast.
Guru keturunan Palestina ini menjelaskan kasus pemecatan yang dia alami sangat aneh. Ini lantaran pada hari sebelumnya terdapat guru lain yang juga memutar video tersebut tetapi tidak dipecat. Dia juga tidak diizinkan berbicara tentang Islam atau Timur Tengah.
Salah satu koleganya sempat memutar video tersebut kepada para siswa di kelas sejarah. Tidak ada satupun orang yang keberatan dengan hal itu.
Tidak hanya itu, para orangtua dan pemimpin agama juga mengirimkan keberatan kepada pihak sekolah terkait aktivitas Hashem yang mengajarkan tentang muslim dan Timur Tengah di kelas sejarah.
Tetapi, pihak sekolah tidak memberikan komentar terkait persoalan ini.
" Kepala Sekolah Suzanne Cooley mendapat keluhan dari para orangtua siswa terkait penggunaan video Malala Yousafzai oleh penggugat," berikut isi gugatan tersebut.
" Penggugat dikatakan tidak bisa mengajar kondisi saat ini dengan cara yang sama seperti rekan kerjanya yang bukan Arab, bukan keturunan Palestina, dan bukan muslim," lanjut gugatan itu.
Hashem juga menggugat pengawas distrik sekolah, Cristina Steffner. Sebab, Steffner tidak memberikan teguran secara sopan.
" Steffner menggebrak meja dan berteriak bilang, 'Anda bukan Lindsay.' Tidak seperti penggugat, Lindsay Wagner (guru sejarah lain) bukan orang Arab, Palestina, serta bukan muslim," tulis Steffner.
Sumber: moroccoworldnews.com
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
