Tonton Video Pidato Malala, Guru Muslim Dipecat

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 19 Desember 2015 15:08
Tonton Video Pidato Malala, Guru Muslim Dipecat
Shiiren Hashem dipecat karena memutar video Malala saat mengajar sejarah, Padahal, guru sejarah lain melakukan hal sama tetapi tidak mendapat sanksi apupun.

Dream - Seorang guru muslimah di Hunterton Central Region High School di Flemington, New Jersey, Amerika Serikat, Sireen Hashem dipecat dari tempat mengajarnya. Penyebabnya, dia memutar video pidato pemenang Nobel perdamaian, Malala Yousafzai kepada para murid ketika mengajar.

Hashem pun melayangkan gugatan ke pengadilan terhadap keputusan sekolah tersebut. Dia mengatakan sekolah tersebut melarang dia mengajarkan Islam, seperti dilansir The Daily Beast.

Guru keturunan Palestina ini menjelaskan kasus pemecatan yang dia alami sangat aneh. Ini lantaran pada hari sebelumnya terdapat guru lain yang juga memutar video tersebut tetapi tidak dipecat. Dia juga tidak diizinkan berbicara tentang Islam atau Timur Tengah.

Salah satu koleganya sempat memutar video tersebut kepada para siswa di kelas sejarah. Tidak ada satupun orang yang keberatan dengan hal itu.

Tidak hanya itu, para orangtua dan pemimpin agama juga mengirimkan keberatan kepada pihak sekolah terkait aktivitas Hashem yang mengajarkan tentang muslim dan Timur Tengah di kelas sejarah.

Tetapi, pihak sekolah tidak memberikan komentar terkait persoalan ini.

" Kepala Sekolah Suzanne Cooley mendapat keluhan dari para orangtua siswa terkait penggunaan video Malala Yousafzai oleh penggugat," berikut isi gugatan tersebut.

" Penggugat dikatakan tidak bisa mengajar kondisi saat ini dengan cara yang sama seperti rekan kerjanya yang bukan Arab, bukan keturunan Palestina, dan bukan muslim," lanjut gugatan itu.

Hashem juga menggugat pengawas distrik sekolah, Cristina Steffner. Sebab, Steffner tidak memberikan teguran secara sopan.

" Steffner menggebrak meja dan berteriak bilang, 'Anda bukan Lindsay.' Tidak seperti penggugat, Lindsay Wagner (guru sejarah lain) bukan orang Arab, Palestina, serta bukan muslim," tulis Steffner.

Sumber: moroccoworldnews.com

Beri Komentar