Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proses Evakuasi Lion Air (Twitter Basarnas)
Dream - Tim SAR gabungan kembali menemukan turbin pesawat Lion Air JT610 yang jatuh ke perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Bagian mesin ini ditemukan pada Selasa 6 November 2018 pada kedalaman 30 meter.
“ Ditemukan sekira pukul 14.30 WIB oleh penyelam TNI Angkatan Laut,” kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, dikutip dari Merdeka.com.
Menurut Agung, bagian mesin pesawat PK-LQP ini didapati di sekitar lokasi penemuan turbin serupa sebelumnya. “ Tidak jauh dengan lokasi turbin sebelumnya,” tambah dia.
Turbin yang baru ditemukan itu telah tiba di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dibawa menggunakan LCU Banda Aceh.

Menurut Agung, turbin Lion Air yang jatuh saat terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Pangkalpinang tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Kondisinya bahkan tampak terbelah atau terpisah menjadi beberapa bagian.
Sampai saat ini, turbin tersebut masih berada di atas LCU Banda Aceh dan dijaga oleh petugas dari TNI AL. Rencananya, turbin itu segera diturunkan.
“ Masih menunggu mobil crane untuk memindahkannya, kemarin dipindahkan ke LCU Banda Aceh dari permukaan juga menggunakan crane milik KRI Rigel,” ujarnya.
Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan laporan sementara hasil penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT610.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018 itu tidak pecah di udara.
“ Pesawat mengalami pecah ketika bersentuhan dengan air dan pesawat tidak pecah di udara,” kata Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono dalam keterangan pers di Hotel Ibis, Jakarta Timur, Senin 5 November 2018.
Menurut Soerjanto, apabila pesawat pecah saat masih berada di udara, maka serpihannya akan lebar. Namun tidak pada serpihan-serpihan pesawat JT610 tersebut.
“ Pesawat saat menyentuh air dalam keadaan utuh,” tegas dia.
Soerjanto menambahkan, mesin pesawat juga masih hidup saat masuk ke dalam air. Kesimpulan ini diambil dengan melihat salah satu kondisi mesin yang ditemukan dengan turbin berantakan.
“ Hal ini ditandai dengan hilangnya semua sudut turbin maupun kompresor, menandakan mesin dalam kondisi hidup dengan putaran cukup tinggi,” tutur dia.
Menurut dia, mesin pesawat PK-LQP yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta ke Pangkalpinang itu tidak mengalami masalah.
“ Kami belum identifikasi, tapi dari temuan bagian-bagian mesin, kedua mesin dalam kondisi hidup dan dengan rpm yang cukup tinggi,” jelas dia.
“ Ini kita katakan bahwa ini seperti bonggolnya jagung, kalau kipasnya seperti jagung. Kalau seperti ini, mesin berputar cukup tinggi,” tambah Soerjono.
Konferensi pers ini dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pendiri Lion Group Rusdi Kirana, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, dan Direksi Lion Air. (ism)
Dream - Pesawat Lion Air PK-LQP sempat memberikan sinyal bahaya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Ngurah Rai, Bali, pada Minggu 28 Oktober 2018. Sinyal itu merupakan tanda terjadinya masalah teknis pada pesawat.
Tapi beberapa saat kemudian, peringatan itu dicabut dan pesawat tetap terbang ke Jakarta, tidak jadi mendarat kembali ke bandara Bali. Sehingga, otoritas bandara tak mengambil tindakan karena pesawat yang keesokan harinya jatuh di perairan Karawang itu bisa terbang dengan normal.
“ Kapten pilot sendiri cukup percaya diri untuk terbang ke Jakarta dari Denpasar,” kata Kepala otoritas bandara untuk wilayah Bali-Nusa Tenggara, Herson, dikutip dari laman The Eangle, Jumat 2 November 2018.
Pilot pesawat lain yang hendak mendarat di bandara Bali sesaat setelah penerbangan Lion Air PK-LQP mengaku diperintahkan berputar-putar di atas bandara.
Mereka diminta mendengar percakapan radio antara pilot Lion Air PK-LQP dengan menara kontrol lalulintas udara.
“ Karena panggilan 'Pan-Pan', kami diberitahu untuk menunda pendaratan, mengitari bandara di udara sebelum mendarat,” ujar pilot yang enggan disebut identitasnya itu.
Menurut pilot itu, pesawat Lion Air diminta mendarat kembali ke bandara Bali. Namun pilot Lion Air mengatakan bahwa masalah yang dialami sudah bisa diatasi. “ Dan dia akan tetap terbang ke Jakarta,” tambah pilot yang mendarat setelah penerbangan Lion Air itu.
Pilot menggunakan panggilan 'Pan-Pan' sebagai tanda situasi mendesak. Sinyal tersebut setingkat di bawah 'Mayday', yang menandakan situasi yang lebih parah.
Akhirnya, pesawat Lion Air dengan jenis Boeing 737 Max 8 itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, tangerang, Banten, pada pukul 22.55 WIB, pada hari Minggu malam itu.
Keesokan harinya, pesawat yang sama terbang ke Pangkalpinang pada pukul 06.20 WIB. Namun setelah 13 menit mengudara, pesawat berisi 189 orang tersebut jatuh ke perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, setelah pilot meminta kembali mendarat ke Bandara Soetta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya