Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seorang pria usia 21 tahun asal Todmorden, Yorkshire Barat, Inggris yang tidak disebut identitasnya ditangkap polisi. Pemicunya, dia mengunggah status rasial berisi pujian atas teror mematikan ISIS di Paris dan mengancam menjadikan Manchester sebagai target berikutnya.
Status tersebut diunggah di laman Facebook pada Minggu sore, 15 Oktober 2015. Unggahan tersebut bertahan selama 45 menit sebelum dihapus lantaran mendapat protes dari para pengguna Facebook lainnya.
Tetapi, polisi ternyata telah mengantongi bukti unggahan tersebut. Sehingga, penangkapan terhadap pria tersebut dengan dasar memicu kebencian rasial tetap berlaku.
" Saudara-saudaraku telah melakukan dengan baik di Paris. Sekarang kami telah membuktikan kecerdasan, perencanaan, dan sinkronisasi dalam pembunuhan kami," tulis pria tersebut.
" Orang-orangmu mulai menyadari kami merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan. KAMI ADALAH ISIS, SEKARANG ADALAH WAKTU KAMI," lanjut pria itu.
" Pusatkan penglihatan kalian pada Manchester. ALLAHUAKBAR! RIP jihadi john," lanjut pria tersebut.
Unggahan tersebut mendapat banyak tanggapan dari para pengguna Facebook. Sebagian melaporkan pria itu ke polisi.
" Siapapun yang menulis ini benar-benar tidak malu pada dirinya sendiri," tulis pengguna lain.
Sementara pengguna lain berkomentar, " Ini sangat menjijikkan dan tidak sopan. Bagaimana bisa kau memutar fakta."
Sedangkan komentar ketiga berbunyi " Semua orang dan anak-anak kehilangan nyawa dan kau pikir kau lucu telah menulis kalimat seperti ini?"
Terdapat 129 korban tewas dalam teror yang terjadi di enam lokasi di Ibukota Perancis pada Jumat sore pekan lalu. ISIS mengklaim bertanggungjawab atas penyerangan tersebut, yang menciderai 250 korban lainnya.
Juru bicara kepolisian Yorkshire Barat mengataka, " Pria berusia 21 tahun dari Todmorden telah ditangkat karena menebarkan materi berisi kebencian rasial.
" Ini berdasar unggahan pada Facebook yang mendukung Negara Islam. Polisi Yorkshire Barat telah mengambil tindakan serius , mengingat peristiwa terakhir yang terjadi di Paris," kata juru bisara tersebut.
" Pria ini tetap dalam tahanan selama penyidikan berlangsung," ungkap juru bicara itu.
Sumber: mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya