Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Fadil Imran, mengatakan, ada seleksi untuk masuk kelompok penyebar berita bohong Muslim Cyber Army (MCA). Tes itu dibuat untuk melihat keseriusan calon anggota dalam menyebarkan konten MCA.
" Nanti kan kelihatan mana yang bisa menjadi member sejati, mana yang cuma ikut-ikutan. Dan itu ada tahapan kayak tes gitu, baru dibaiat," kata Fadil, di Jakarta, Kamis 1 Maret 2018.
Setelah dipantau, anggota yang dianggap memiliki kemampuan memproduksi berita hoaks dan komputer akan diajak komunikasi.
" Tesnya memproduksi, visi misi, dan sebagainya, dan punya kemampuan komputer apa enggak. Nanti kan mereka Komunikasi lewat Zello (aplikasi)," ucap dia.
Mantan Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya ini mengatakan, grup MCA juga terafiliasi dengan beberapa grup lain yang bekerja untuk membenarkan ujaran kebencian.
" Total anggotanya ratusan ribu. Indonesia semua," ujar dia.
Advertisement
Sisik Ikan Masuk Gelas, Jalan Baru Ekonomi Sirkular

Dari Ring Tinju, Pekan Ini Manny Pacquiao Masuk Kabinet Filipina

Tumpukan Sampah Acara Ideafest 2026 Ternyata Diolah dengan Ekonomis

Ideafest 2026, Serunya Eksplorasi Ide di Rumah Indofood

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global
