Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Perkembangan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang telah dinyatakan sembuh menunjukkan tren menggembirakan. Angkanya terus mengalami peningkatan.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan sejauh ini sudah ada 190.660 spesimen yang telah diperiksa dari 143.035 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan tren peningkatan yang cenderung landai untuk kasus positif baru.
" Untuk konfirmasi Covid-19 positif naik sebanyak 498 orang sehingga menjadi 18.010 orang," ujar Yurianto.
Menurut Yurianto, angka pasien sembuh mengalami tren kenaikan cukup tinggi. Angkanya totalnya mulai bergerak meninggalkan 4.000.
" Kasus sembuh meningkat 195 orang menjadi 4.324 orang," kata dia.
Sementara kasus meninggal bertambah 43 orang. " Sehingga menjadi 1.191 orang," ucap Yurianto.
Selanjutnya, Yurianto melaporkan data Orang Dalam Pemantauan saat ini sebanyak 45.047 orang. Angka tersebut hanya kasus yang masih dipantau hingga hari ini, tidak termasuk kasus yang pemantauannya dinyatakan sudah selesai.
" Sementara kasus PDP yang masih kita awasi saat ini berjumlah 11.422 orang," kata Yurianto.
Dream - Data kasus virus corona di Indonesia kembali mengalami pergerakan. Terutama pada data pasein sembuh yang terus meningkat.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan hingga Minggu, 17 Mei 2020, sudah ada 187.965 spesimen yang telah diperiksa menggunakan metode real time PCR maupun Tes Cepat Molekuler. Spesimen tersebut diambil dari 140.473 orang.
Yurianto menjelaskan khusus pemeriksaan dengan metode TCM, sudah ada 980 spesimen yang diperiksa. Saat ini sudah ada lebih dari 10 mesin TCM yang telah beroperasi di seluruh Indonesia.
" Konfirmasi Covid-19 positif naik 489 orang sehingga totalnya menjadi 17.514 orang," ujar Yurianto.
Kasus sembuh juga mengalami peningkatan dalam 24 jam terakhir.
" Kasus sembuh meningkat 218 orang sehingga total menjadi 4.129 orang," kata Yurianto.
Sementara angka kematian bertambah sebanyak 59 orang. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat virus corona 1.148 orang.
Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) saat ini sebayak 270.876 orang. " Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah 35.800 orang," ucap Yurianto.
Lebih lanjut, Yurianto mengingatkan kasus penularan Covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. " Berarti kasus positif sebagai pembawa virus ini masih berada di tengah-tengah kita," kata dia.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, merilis data kasus virus Corona per Sabtu, 16 Mei 2020. Jumlah kasus positif pada hari ini bertambah 529 orang.
Sehingga, total akumulatif yang positif terinfeksi Corona Covid-19 sampai saat ini ada 17.025 orang. Data update pasien Corona Covid-19 ini tercatat sejak Jumat, 16 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.
Kemudian, ada 108 pasien Covid-19 yang berhasil sembuh pada hari ini. Total menjadi 3.911 pasien yang sembuh dan negatif dari Corona.
" Sedangkan jumlah yang meninggal naik 13 orang, jadi totalnya 1.089," ujar Yurianto melalui konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan aturan pembatasan kegiatan keluar masuk wilayah Jakarta selama pandemi virus corona Covid-19. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020.
Peraturan ini berusaha memperketat keluar masuk orang-orang dari dan menuju Jakarta di tengah pandemi Covid-19.
Mengacu pada peraturan ini, mereka yang tak masuk dalam kelompok masyarakat yang dikecualikan untuk keluar masuk Jakarta mesti mempunyai Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM).
SIKM merupakan surat yang diberikan sebagai dispensasi untuk dapat melakukan kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi DKI Jakarta selama penetapan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana nasional.
Pasal 9 peraturan tersebut menerangkan bahwa ada dua jenis SIKM, yakni SIKM yang bersifat perjalanan berulang dan SIKM yang bersifat perjalanan sekali.
SIKM yang bersifat perjalanan berulang diperuntukkan bagi pegawai/pekerja, pelaku usaha, atau orang asing yang berdomisili di Provinsi DKI Jakarta, namun tempat kerja/tempat usaha berada di luar Jabodetabek; atau pegawai/pekerja, pelaku usaha, atau orang asing yang berdomisili di luar Jabodetabek, namun tempat kerja/tempat usaha berada di Provinsi DKI Jakarta.
Sementara SIKM yang bersifat perjalanan sekali diperuntukkan bagi pegawai/pekerja, pelaku usaha, atau orang asing yang melakukan perjalanan dinas keluar Jabodetabek; atau orang, pelaku usaha, atau orang asing yang berdomisili di luar Jabodetabek, namun memiliki:
1. tempat tinggal atau tempat usaha di Provinsi DKI Jakarta; atau
2. keperluan yang bersifat mendesak, antara lain perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia.
(Sumber: Liputan6.com/
Dream - Tren peningkatan kasus positif virus corona di Indonesia mengalami penurunan. Dalam dua hari terakhir, jumlah penambahan kasus tidak setinggi pada Rabu lalu, 13 Mei 2020.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, merilis data kasus Covid-19 per Jumat, 15 Mei 2020. Menurut dia, sudah ada 178.602 spesimen yang diperiksa dari 132.060 orang, dengan 849 spesimen diperiksa dengan Tes Cepat Molekuler (TCM).
" Pada kinerja hari ini kita mendapatkan kasus konfirmasi Covid-19 yang positif sebanyak 490 orang, sehingga sekarang totalnya menjadi 16.496 orang," kata Yurianto.
Jumlah kasus positif sempat meningkat tajam pada Rabu sebanyak 689 orang menjadi 15.348. Sedangkan pada Kamis, jumlah kasus positif bertambah sebanyak 568 orang sehingga menjadi 16.006 orang.
Sedangkan kasus sembuh pada Jumat bertambah sebanyak 285 orang. Sehingga, akumulasi pasien sembuh mencapai 3.803 orang.
" Kasus meninggal ada 33 orang sehingga totalnya menjadi 1.076 orang," kata dia.
Sementara, Yurianto menyebutkan akumulasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga saat ini sebanyak 262.919 orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 34.360 orang.
" Data-data ini mencerminkan penambahan kasus positif terkonfirmasi masih terus meningkat," kata dia.
Lebih lanjut, Yurianto menjelaskan ada beberapa daerah memiliki tren penambahan kasus cukup tinggi. " Namun banyak yang tren penambahannya tidak eksponensial terlalu tinggi, tetapi hampir mendatar," terang dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya