Usai Beri Teguran Keras, Begini Kata Jokowi Soal Kinerja Para Menteri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 9 Juli 2020 14:01
Usai Beri Teguran Keras, Begini Kata Jokowi Soal Kinerja Para Menteri
Kembali lagi jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Karena saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas),

Dream - Presiden Joko Widodo menilai kinerja para menterinya ini sudah mulai membaik setelah mendapat teguran keras dalam sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020. Meski demikian, kinerja para menteri belum sesuai dengan yang harapan Jokowi.

" Saya melihat memang setelah kita rapat kabinet, di sini ada pergerakan yang lumayan. Tapi belum sesuai dengan yang saya harapkan. Sudah bergerak lebih baik, sudah bergerak lebih bagus, tapi belum," kata Jokowi dalam video rapat terbatas yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 8 Juli 2020.

Menurut dia, penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi virus corona memang sudah membaik. Namun, penanganan Covid-19 di bidang kesehatan masih perlu dipercepat.

1 dari 6 halaman

Jokowi juga melihat bahwa stimulus ekonomi baik untuk usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) ataupun usaha besar juga belum terealisasi sepenuhnya. Untuk itu, dia kembali mengingatkan para menterinya bekerja lebih cepat dan keras di tengah situasi krisis akibat pandemi corona.

" Kembali lagi jangan sampai menganggap kita ini masih pada situasi biasa-biasa saja. Karena saya melihat stimulus ekonomi ini belum (tuntas)," ucap dia.

Selain itu, Jokowi meminta para menterinya mempercepat belanja pemerintah. Hal ini demi memancing pergerakan perekonomian Indonesia.

" Saya minta semuanya dipercepat. Terutama yang anggarannya gede-gede. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 T, Kemenhan Rp 117,9 T, Polri Rp 92,6 T, Kemenhub Rp 32,7 T," jelasnya.

" Dalam situasi seperti ini siapa yang bisa menggerakkan ekonomi? Enggak ada yang lain kecuali belanja pemerintah," sambung Jokowi.

2 dari 6 halaman

Ancaman Reshuffle

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet di tengah pandemi virus corona. Nada bicara Jokowi berulang kali meninggi saat berpidato.

Masih dengan nada tinggi, Jokowi menyatakan akan mengambil langkah tegas bagi menterinya masih bekerja biasa-biasa saja di masa pandemi corona. Misalnya, melakukan reshuffle kabinet atau membubarkan lembaga.

" Langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," tegas Jokowi dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, Minggu 28 Juni 2020.

" Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya," sambung Jokowi.

(Sumber: Liputan6.com

3 dari 6 halaman

Video Lengkap Jokowi Tegur Keras Kabinet Sampai Ancam Reshuffle: Saya Jengkel!

Dream - Presiden Joko Widodo mengeluarkan teguran keras kepada para anggota kabinetnya yang dianggap menjalankan rutinitas di masa pandemik Covid-19 tanpa gerbakan dan terobosan baru. Saking jengkelnya, presiden sampai mengeluarkan ancaman membubarkan lembaga yang dianggap tak memenuhi harapannya. 

Tak sampai di situ, saja, Joko Widodo juga menyampaikan bisa menggunakan haknya untuk melakukan pergantian anggota kabinet (reshuffle) jika dianggap perlu. 

Pernyataan keras Joko Widodo itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu. Awalnya sifat bersifat internal dan tidak dipublikasikan untuk kebutuhan publik. 

Namun, pihak istana memutuskan untuk mempublikasikan amanat keras presiden tersebut dengan banyak pertimbangan. 

4 dari 6 halaman

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekertariat Presiden RI, Bey Triadi Machmudin saat dikonfirmasi, Minggu 28 Juni 2020 lalu, mengatakan Sidang Kabinet Paripurna tersebut awalnya memang bersifat internal.

" Namun setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik, dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru dipublish hari ini," kata Bey.

Bey mengatakan pihaknya telah mengkaji secara mendalam sebelum merilis video arahan Presiden tersebt ke pubulik.

" Kami pelajarinya agak lama juga, pelajari berulang-ulang," kata Bey.

5 dari 6 halaman

Dalam video yang berdurasi 10 menit itu, Presiden Jokowi memberikan arahan keras kepada para menterinya. Ia bahkan sempat menyatakan kejengkelanya karena hingga kini belum ada progres yang signifikan dari jajarannya dalam kurun tiga bulan terakhir.

Presiden juga sempat menyingung tentang pengambilan langkah " extraordinary" karena saat ini Indonesia tengah berada dalam kriris.

Langkah " extraordinary" yang disebutkan Presiden tersebut untuk para menterinya dtunjukan demi menyelamatakan 267 juta rakyat Indonesia.

 

 

6 dari 6 halaman

Ancam Reshuffle

Selain ucapan tegasnya dalam video tersebut, Presiden juga sempat menyinggung akan melakukan reshuffle kabinet.

" Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan," kata Jokowi pula.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar