Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mayjen TNI Tugas Ratmono (Foto: YouTube BNPB Indonesia)
Dream - Setelah libur panjang pada akhir Oktober lalu, tingkat hunian di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, kembali meningkat. Namun, penambahan tingkat hunian ini tidak setinggi pada akhir September silam.
" Kami akan laporkan kondisi jumlah pasien di Rumah Sakit Darurat hari ini, hingga pukul enam pagi, jumlah di tower enam dan tujuh saat ini huniannya 53,8 persen," kata Koordinator RSD Covid-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono, dalam konferensi pers, Minggu 15 November 2020.
Menurut Tugas Ratmono, sebelum libur panjang pada akhir Oktober, tingkat hunian pada dua tower itu hanya 32 persen. Memang terjadi peningkatan, namun bila dibandingkan dengan tingkat hunian pada akhir September lalu, penambahan kali ini tidak terlalu signifikan.
" Kalau kita bandingkan pada 25 dan 27 September, huniannya mencapai 90 persen," kata Tugas Ratmono.
Dia menambahkan, bila dibandingkan sebelum dan sesudah libur panjang akhir Oktober, berarti saat ini terdapat penambahan 21 persen. " Mudah-mudahan ini pertambahan yang tidak setajam September lalu dan ini kami sangat berharap ini betul-betul bisa terjaga sehingga pertambahan ini bisa dikendalikan betul."
Penambahan juga terjadi pada tower isolasi mandiri di Wisma Atlet. Sebelum libur panjang akhir Oktober, tingkat hubiannya hanya 17 persen. Namun setelah libur panjang terjadi penambahan sepuluh persen. " Menjadi 27 persen, ini kalau kita bandingkat akhir September hunian hampir mendekati 90 persen," kata Tugas Ratmono.
Meski terjadi penambahan setelah libur akhir Oktober, menurut Tugas Ratmono, tingkat penambahan di flat isolasi tidak setinggi pada akhir September silam. " Saya kira ini hal yang harus kita lakukan bersama-sama supaya peningakatn tidak tinggi."
" Dan kami berharap semua pihak, terutama masyarakat, untuk selalu menjaga jangan sampai tertular maupun menularkan, harus disiplin protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan," ujar Tugas Ratmono.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya