Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Odekta Elvina Naibaho Ketika Meraih Emas SEA Games 2021 (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar Harun)
Dream - Odekta Elvina Naibaho berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia pada pesta olahraga Asia Tenggara, SEA Games 2021, dari cabang olahraga atletik maraton.
Bertanding di My Dinh Stadium, Vietnam, pada Kamis 19 Mei 2022, Odekta Elvina berhasil finish dengan waktu 2 jam 55 menit 27,2722 detik.
" Akhirnya imipanku selama ini terwujud mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Terima kasih ayah dan ibu atas doanya," tulis Odekta yang mempersembahkan kemenangan untuk kedua orangtua dalam secarik kertas yang dipegangnya.
Kemenangan Odekta Elvina menjadi kebanggan yang luar biasa bagi cabang maraton putri yang telah sebelas tahun paceklik tak ada emas.
Namun di balik kemenangannya, wanita kelahiran 5 November 1991 itu melontarkan kritikan pedas kepada kinerja Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) yang menurutnya tidak maksimal.
Odekta Elvina mengatakan, kinerja PB PASI yang diketuai oleh Luhut Binsar Pandjaitan berbeda dengan era sebelumnya, ketika ditangani almarhum Bob Hasan.
Prestasi cabor atletik tidak memenuhi target, yang awalnya delapan emas hanya membawa pulang dua emas. Satu dari kemenangannya, sedangkan emas lain ditorehkan Eki Febri Ekawati dari tolak peluru.
Odekta menyoroti fasilitas dari PB PASI. Ia harus berjuang sendiri, meskipun tidak mendapatkan biaya dari PB PASI.
" Saya ingin menyampaikan bahwa jangan hanya peduli ketika kami berhasil, tetapi ketika gagal dibuang. Tolong untuk pengurus federasi dan apa pun yang bersangkut paut di kepengurusan," katanya kepada awak media, dikutip dari bola.com pada Jumat 20 Mei 2022.

Odekta membeberkan bagaimana kurangnya fasilitas yang diberikan PB PASI. Mulai dari membayar tagihan apartemen, namun pihak PB PASI tidak mengganti pengeluarannya.
Padahal pasca MoU dengan Kemenpora, pembiayaan keperluan atlet sudah dibayarkan melalui rekening PB PASI. Lanjutnya, bahkan untuk hal kecil seperti pijat, tak ada pembiayaan.
" Saya butuh massage aja enggak ada. Nyewa apartemen invoice-nya enggak diganti," ujar Odekta.
Meski demikian, Odekta justru ingin membuktikan keberhasilannya. Dengan pengorbanannya yang akhirnya terjawab berkat perolehan medali emas SEA Games 2021.
" Namun, buat apa mempermasalahkan itu sebelum ada hasil. Saya ingin memperlihatkan hasil dulu dan pengorbanan saya akhirnya terjawab ketika saya ikhlas. Ini pelajaran buat mereka, ayo kerja bersama-sama," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya