Fakta Rumah Film KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta karena Pemilik Ketakutan

Reporter : Okti Nur Alifia
Kamis, 19 Mei 2022 19:01
Fakta Rumah Film KKN di Desa Penari Dijual Rp60 Juta karena Pemilik Ketakutan
Semakin seram, sang pemilik tak lagi menempati dan membiarkan rumahnya kosong.

Dream - Kesuksesan film KKN di Desa Penari yang mampu meraup lebih dari enam juta penonton didukung oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah lokasi syuting di desa terpencil yang semakin menambah suasana horor film itu.

Lokasi film yang dibintangi oleh aktris Aulia Sarah ini berada di Padukuhan Ngluweng, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. 

Terdapat empat rumah yang dijadikan hunian syuting film, yakni rumah Ngadinah, Ngatimin, Marsono, dan Ngadiyo.

Namun, proses syuting yang dilakukan pada awal 2020 itu tampaknya memberikan kesan berbeda di rumah Ngadiyo. Pasalnya, rumah tersebut kini tengah dijual karena kabarnya suasananya semakin menyeram. Bahkan ditinggalkan dalam keadaan kosong.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini fakta dijualnya rumah syuting film KKN di Desa Penari.

1 dari 5 halaman

Dijual Rp60 Juta

Rumah tradisional Jawa (limasan) yang berukuran 8x12 meter itu dijual oleh pemiliknya seharga Rp60 juta. Penampakan dari rumah tersebut cukup ikonik dengan dinding yang terbuat dari bahan kayu.

Rumah ini merupakan rumah utama pelaksanaan syuting KKN di Desa Penari. Letaknya yang cukup terpencil menjadikannya dipilih sebagai lokasi rumah utama. Untuk ke rumah tersebut, kabarnya harus melewati jalan setapak yang ditumbuhi dengan rimbunan pohon.

2 dari 5 halaman

Pemilik Rumah Telah Meninggal

Sejak dijadikan tempat syuting untuk film KKN di Desa Penari, sang pemilik rumah dan keluarganya tak lagi menempati rumah itu lagi.

Tak lama setelah syuting film berakhir, diketahui Mbah Ngadiyo (pemilik rumah) telah meninggal dunia. Meninggalnya Mbah Ngadiyo disebut bukan karena film tersebut, melainkan faktor usia dan penyakit yang sudah lama dideritanya.

3 dari 5 halaman

Rumah Dibiarkan Kosong Tanpa Penghuni

Rumah tersebut dibiarkan kosong, apalagi sejak meninggalnya Mbah Ngadiyo. Istri Mbah Ngadiyo mengatakan, rumah bekas syuting KKN di Desa Penari itu semakin seram sehingga membuatnya merasa takut.

Ia pun memutuskan untuk tinggal bersama anak-anaknya. Begitu sebaliknya, cucu dan anak-anak dari pemilik rumah tidak mau menempati rumah itu kembali.

Bangunan rumah ini diinformasikan sempat miring karena kejadian gempa pada tahun 2006, oleh pemiliknya lantas dirobohkan sekalian. Lalu mendapat bantuan dari pemerintah untuk kategori rusak berat sebesar Rp15 juta.

4 dari 5 halaman

Rumah Semakin Angker dan Seram

Sejak awal hawa dari rumah tersebut dikatakan cukup seram karena berada di lokasi yang terpencil dengan pohon bambu yang mengelilingi. Apalagi setelah dijadikan lokasi syuting, yang semakin angker.

Warga sekitar menganggap angker karena dibiarkan kosong dan pemiliknya pun sudah meninggal. Meskipun begitu, dengan dijadikannya rumah sebagai lokasi syuting film, hasil dari sewa rumah disebut mampu untuk membeli sebidang tanah di tempat lain.



5 dari 5 halaman

Punya Cerita Mistis

Ada cerita mistis yang kabarnya dialami oleh warga yang tinggal di sekitar rumah itu. Kejadian mistis ini dialami oleh seorang warga yang ingin mengirimkan zakat mal ke rumah tersebut.

Ketika warga mengucapkan salam, terdengar ada jawaban dari dalam rumah. Namun setelah ditunggu, tidak ada orang yang keluar.

Saat sang warga bertemu dengan cucu pemilik rumah. Ia diberitahu cucunya bahwa kakek neneknya sedang tidak ada di rumah dan kosong. Hal ini lantas membuat warga tersebut semakin ketakutan.

Beri Komentar