Pemerkosa Ibu dan Pembunuh Anak di Aceh Tewas di Sel

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 18 Oktober 2020 17:50
Pemerkosa Ibu dan Pembunuh Anak di Aceh Tewas di Sel
Warganet kembali dihebohkan dengan kabar meninggalnya si pembunuh.

Dream - Belum lama ini, masyarakat tengah dihebohkan dengan berita pembunuhan bocah berusia 9 tahun bernama Rangga. Diketahui ia dibunuh lantaran hendak menolong ibunya yang diperkosa.

Insiden mengerikan terjadi di Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur, Jumat 9 Oktober 2020 lalu. Genap seminggu penangkapan tersangka kasus pembunuhan Rangga, warganet kembali dihebohkan dengan kabar meninggalnya si pembunuh.

Pelaku berinisial S ternyata sudah tewas. Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUD Langsa, Arwin.

" Benar, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut meninggal dunia sekitar pukul 08.45 WIB di RSUD LANGSA karena sesak," kata Arwin.

1 dari 4 halaman

Belum Ada Keterangan Resmi

Arwin mengatakan, saat ini jenazah tersangka pembunuhan Rangga dan pemerkosa sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk dikebumikan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi meninggalnya tersangka tersebut.

2 dari 4 halaman

Kronologi Kasus

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka berinisial SA ditangkap pada Minggu, 11 Oktober 2020 lalu pukul 09.00 WIB.

SA ditangkap di tempat persembunyiannya di perkebunan sawit Desa Alue Gadeng, Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur. SA ditangkap setelah membunuh Rangga serta memerkosa ibunya yang berinisial DI.

Rangga dibunuh dengan benda tajam dan jasadnya kemudian dibuang ke sungai, hingga akhirnya ditemukan tak bernyawa dengan tubuh penuh luka.

3 dari 4 halaman

Ramai Komentar Netizen

Kabar meninggalnya tersangka pembunuhan Rangga ini langsung menyebar dengan cepat di media sosial. Seperti unggahan di akun Instagram @ndorobeii pada Minggu (18/10), yang memperlihatkan foto kondisi terakhir jenazah tersangka yang telah meninggal dunia.

Hal ini sontak membuat warganet geger. Warganet yang sejak beberapa hari terakhir ini dibuat geram oleh tindakan tersangka, langsung membanjiri kolom komentar.

Sebagian besar warganet malah tidak merasa iba dengan kejadian yang menimpa tersangka, dan justru merasa ini adalah balasan yang pantas diterima oleh tersangka.

Tak hanya itu, warganet juga merasa lega karena tersangka telah mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang sudah merenggut nyawa Rangga dan memerkosa ibunya.

" Alhamdulillah, balasan setimpal walau kurang greget, harus nya di siksa dulu," tulis akun @rusdinurhadi.

" Auto masuk nerakaa udah....," tulis akun @angginapanca14.

" Alhamdulillah akhir nya allah mencabut nyawa makhluk yg ia ciptakan yg tak pantas untuk hidup di dunia atas apa yg telah ia laku kan pintu #NERAKA telah terbuka lebar untuk manusia JAHANAM DAN TERKUTUK," tulis akun @muhamad_najir.

4 dari 4 halaman

      View this post on Instagram    

Korban DA (28) sempat diikat tersangka S (41) karena meminta jenazah anaknya R (9) tidak dibuang di Aceh Timur, Aceh. DA berhasil kabur saat tersangka membawa mayat bocah tersebut ke sungai. Setelah memperkosa, tersangka mengajak korban ikut membuang mayat anaknya. Namun korban DA menolak. “ Tersangka mengikat tangan korban ketika meminta agar mayat anaknya tidak dibuang. Korban meminta agar jenazah R dikuburkan oleh ayahnya saja,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo kepada wartawan, Selasa (13/10/2020). Menurut Arief, S mengikat tangan DA dengan kain. Setelah itu, S kembali ke rumah korban dan diduga memasukkan jenazah R ke dalam karung. Tak lama berselang, S kembali ke tempat DA diikat di semak-semak sambil membawa karung yang diduga berisi mayat R. Di sana, S sempat mengorek-ngorek tanah. S lalu membawa karung tersebut ke arah sungai dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. DA berhasil melepas kain yang mengikat tangannya saat azan Subuh berkumandang, lalu kabur mencari pertolongan. “ Korban berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan. Kemudian korban ditolong oleh warga setempat,” jelas Arief. Arief menjelaskan rentetan peristiwa pembunuhan, pemerkosaan, hingga korban DA berhasil menyelamatkan diri terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur. “ Dalam kasus ini, kita mengamankan barang bukti di antaranya parang, kain yang dipakai untuk mengikat korban, dan pakaian yang dikenakan tersangka serta dua korban,” ujar Arief. Sebelumnya, S (41) diketahui sempat mengajak korban pemerkosaan DA (28) membuang anak korban R (9) yang dibunuh tersangka. Korban menolak ajakan tersebut. Arief menjelaskan, setelah memperkosa korban di semak-semak, tersangka S meminta korban ikut bersamanya. Tersangka ingin jasad R di buang. “ Pelaku mengatakan kepada korban DA, ‘Kau ikut aku ya, anak kau kita buang saja, ya’. Kemudian korban menjawab, ‘Jangan, biar bapaknya saja yang kubur’,” kata Arief. Sumber: Sembadra*com Gak bisa bayangin, gimana perasaan sang ibu saat itu????????

A post shared by ???????????????????????????????????? (@ndorobeii) on

 

Beri Komentar