Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Sumber: Instagram.com/video_medsos
Dream - Perayaan hari kemerdekaan merupakan momen yang ditunggu-tunggu, terutama oleh anak sekolah. Sebab, menjelang 17 Agustus biasanya mereka melakukan berbagai kegiatan seru, seperti gerak jalan.
Untuk mengikuti kegiatan itu pun, tentu anak sekolah akan antusias melakukan latihan untuk bisa menampilkan yang terbaik.
Bukan hanya sehari dua hari, latihan gerak jalan anak sekolah ternyata bisa sampai berminggu-minggu bahkan hingga sebulan.
Namun, bagaimana jadinya jika seorang anak SD yang telah bersemangat latihan itu ternyata tak jadi ikut gerak jalan dan hanya dijadikan sebagai cadangan?
Itulah yang dialami oleh siswi dalam video yang diunggah akun Instagram @video_medsos ini. Dalam video itu diceritakan sang siswi sudah mengikuti latihan gerak jalan selama sebulan.
Namun saat hari lomba tiba, siswi itu tidak ikut di dalam barisan. Dia hanya menunggu di pinggir jalan, menjadi cadangan.

Sambil berdiri di samping mobil berwarna putih, di seberang jalan tampak anak-anak lainnya yang sedang berbaris rapi melakukan gerak jalan.
Sementara gadis kecil yang jadi cadangan hanya berdiri di pinggir jalan melihat teman-temannya. Disebutkan bahwa anak itu mengikuti temannya yang gerak jalan di belakang barisan.

Padahal, anak perempuan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, itu telah latihan selama satu bulan lamanya dan membeli perlengkapan untuk mengikuti gerak jalan. Tak heran jika hatinya merasa kecewa karena hanya menjadi cadangan.
Usai diunggah, video itu kemudian viral di media sosial dan menuai berbagai tanggapan warganet di kolom komentarnya.
“ Ratu itu jalan nya terakhir, ketika para pion sudah tidak sanggup lagi.🥳🥳🥳,” tulis akun @leo_chardo.88.
“ itu dri pihak sekolahnya tu,kurng perhitungan,merusak mental anak ni namnya mah,kasian anaknya,” tulis akun @armanvhalonk.
“ Kasihan anaknya, jangan mengecewakan hati seorang anak, bisa merusak mental dia kedepannya, dan juga berdosa bikin kecewa org,” tulis akun @rafiqalbert40.
“ Latihan 1 bulan blm tentu hasilnya maksimal, mngkin bisa jd anak tsb tdk masuk dalam bidang tsb mkanya dijadikan cadangan,” tulis akun @ardi_antoe.
“ Semangat De.. Gak papa kok jadi cadangan.. Masih ikut serta didalam Grup tersebut.. Harus lebih baik lagi agar bisa dipuncak yg lebih tinggi.. Percaya proses.. ❤🌹,” tulis akun @ameth.leiva.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya