6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
GI (IG @muaragembongkita Via Merdeka.com)
Dream - Balita berinisial GI, yang tinggal di Kampung Bulak Sukadana, Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, punya kebiasaan tidak lazim. Bocah berusia tiga tahun itu gemar makan kertas dan benda-benda lain.
" Awalnya saya enggak tahu kalau GI suka makan kertas, pas tahu sempat saya larang, tapi dia malah nangis dan marah-marah," kata PA, ibunda GI, dikutip dari merdeka.com, Selasa 22 Maret 2022.
Menurut PS, anaknya mulai memiliki kebiasaan aneh itu sejak berusia setahun. Sudah berkali-kali dilarang, namun selalu marah dan menangis ketika kebiasaannya dihentikan paksa.
GI terus melakukan kebiasaan anehnya tiga kali sehari. Kebiasaan aneh GI semakin menjadi saat usianya dua tahun. Tidak hanya kertas, dia juga gemar makan benda lain, seperti styrofoam dan sandal.
" Sudah sekitar setahun makan sandal, styrofoam, juga kertas. Tapi anaknya enggak pernah sakit atau mengeluh sakit habis makan kertas atau benda lainnya," tutur PS.
Meski demikian, PS mengatakan bahwa putranya dalam kondisi sehat. " Keadaannya sehat, paling kalau buang air, di kotorannya ada bekas benda yang dia makan," kata dia.
PS sudah membawa GI ke puskesmas. Dia kemudian dianjurkan ke rumah sakit " Tapi kita enggak ada biaya untuk perawatannya," tambah PS.
GI melakukan kebiasaan anehnya hingga kini. PS berharap ada perhatian dari pemerintah daerah setempat agar kebiasaan aneh anaknya itu bisa hilang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
