Viral Foto Truk Diadang Komodo

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 26 Oktober 2020 14:00
Viral Foto Truk Diadang Komodo
Foto ini mengundang marah warganet karena pembangunan mulai masuk Pulau Komodo.

Dream - Sebuah foto pilu tengah viral di media sosial. Foto tersebut memperlihatkan satu unit truk bermuatan material bangunan dengan dua orang di atasnya tengah diadang seekor komodo.

Foto tersebut diunggah pada akun @gregoriusafioma. Foto tersebut dinilai mengejutkan, mengingat selama ini habibat komodo terjaga dari segala bentuk pembangunan.

" Truk masuk ke dalam kawasan konservasi yang dijaga ketat selama puluhan tahun dan telah secara sistematik meminggirkan masyarakat dari akses terhadap pembangunan yang layak demi konservasi," ujar pemilik akun.

1 dari 2 halaman

Larangan Pembangunan Dilanggar

Komodo menyedot perhatian dunia pertama kali pada 1912. Sejak itu, habitat komodo di Nusa Tenggara Timur ditetapkan sebagai kawasan konservasi dan terlarang untuk didirikan bangunan.

Tetapi, larangan tersebut tampaknya mulai dicabut. Padahal penetapan larangan tersebut telah mendapat dukungan dari masyarakat tidak hanya di Indonesia bahkan dunia.

" Semua cara untuk menentang rencana ini sudah dilakukan dan dilakukan secara terhomat sebagaimana pemuja rezim ini kehendaki baik di jalanan maupun di kantor-kantor pemerintahan, namun nyatanya memang tidak didengarkan," kata admin.

      Lihat postingan ini di Instagram

Dapat kiriman foto tentang situasi pembangunan “ jurassic park” ini dr seorang teman.? Komodo “ hadang” Truck pembangunan Jurassic Park di Rinca. ? ? Ini benar-benar “ gila”, tak pernah dibayangkan sebelumnya bisa terjadi. ? ? Truk masuk ke dalam kawasan konservasi yang dijaga ketat selama puluhan tahun dan telah secara sistematik meminggirkan masyarakat dari akses terhadap pembangunan yg layak demi konservasi. ? ? Ini barangkali truk pertama yang masuk ke dalam kawasan konservasi komodo sejak komodo menjadi perhatian dunia tahun 1912.? ? Dengan santuy, orang menyaksikan dari atas truk, tanpa mereka menyadari bahwa kawasan ini telah melewati sejarah yang sangat panjang dan melibatkan narasi-narasi pengorbanan dari berbagai pihak. ? ? Semua cara untuk menentang rencana ini sudah dilakukan dan dilakukan secara terhomat sebagaimana pemuja rejim ini kehendaki baik di jalanan maupun di kantor-kantor pemerintahan, namun nyatanya memang tidak didengarkan. ? ? Pembangunan ini berawal dari kunjungan presiden Jokowi pada Juli 2019. Dalam kunjungan itu, ia mengumumkan rencana pembangunan tersebut. KLHK yang menjadi pengelolah TNK, hanya “ nurut” saja kemauan presiden. ? ? Padahal tahun sebelumnya, beramai-ramai orang membongkar pengaplingan PT. Segara Komodo Lestari, milik David Makes (adiknya, Josua Makes, pemilik plataran komodo) di kawasan yang sama dan KLHK berkomitmen meninjau kembali ijin pembangunan dalam kawasan. ? ? Saya sendiri skeptis apakah pembangunan ini benar-benar suatu keputusan yang terencana atau rencana yang impulsif karena momentum saja. Jokowi sendiri mungkin tak banyak paham tentang konservasi komodo jika hanya mengandalkan satu-dua kali kunjungan saja. ? ? Dalam kunjungan kedua itu, kita mudah melihat siapa yang memfasilitasi Jokowi saat itu (bdk, kapal, tempat nginap, dan orang-orang yang mendampingi). ? Presiden yang terobsesi dengan investasi apalagi yg menjual “ kesejahteraan” masyarakat, tentu sangat antusias dg rencana itu. Padahal konsekuensinya banyak.? ? Melihat foto ini, dalih zona pemanfaatan hanyalah alibi semata. tahapan proses pembangunan ini saja, sdh jelas mengabaikan prinsip konservasi, apalagi bangunan dan model pengelolaan.

Sebuah kiriman dibagikan oleh gregorius afioma (@gregoriusafioma) pada

2 dari 2 halaman

Warganet Bereaksi

Unggahan tersebut mengundang reaksi warganet. Banyak yang menyayangkan maupun mengecam pembangunan tersebut.

" Gak ngerti lagi sama ini. Di mana taman nasional yang harusnya dijaga secara alami dan tidak perlu dibuat aneh-aneh malah dibuat yg aneh-aneh. Gak logis," tulis warganet.

" Tuhan menciptakan keindahan, manusia menciptakan kerusakan," tulis warganet lain.

" Bisa bisanya ya presiden ga ngarti, padahal sebelum pengajuan izin kan melalui presiden ya," tulis warganet.

Beri Komentar