Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Viral Kalajengking Raksasa Purba, Besarnya Melebihi Manusia Dewasa. (Foto: Wikimedia)
Dream - Kalajengking laut raksasa, yang bisa mencapai panjang 2,4 meter atau lebih, pernah menguasai lautan selama jutaan tahun. Namun mereka musnah dalam kepunahan massal terbesar dalam sejarah.
Sebuah penelitian yang diterbitkan minggu ini di Science Direct mengungkap keberadaan makhluk-makhluk purba yang perkasa ini, ketika mereka berenang di samudera dangkal yang hangat di Era Paleozoikum.
Selama era tersebut, yang berlangsung antara 541 juta dan 252 juta tahun yang lalu, planet Bumi mengalami perubahan geologis, iklim, dan evolusi yang dramatis.
Era Paleozoikum berakhir dengan bencana yang oleh para ilmuwan disebut The Great Dying, peristiwa kepunahan kolosal yang menyapu bersih 95% semua makhluk hidup yang ada di Bumi.
Alasan kepunahan besar-besaran ini tidak diketahui secara pasti, tetapi telah dikaitkan dengan peningkatan besar-besaran aktivitas gunung berapi di wilayah yang dikenal sebagai Perangkap Siberia.
Sampai pada kepunahan mereka yang misterius, makhluk-makhluk seperti kalajengking raksasa yang dikenal sebagai Eurypterida itu merupakan penguasa laut selama lebih dari 250 juta tahun.
Mereka adalah makhluk terbesar di lautan pada saat itu. Namun penelitian tidak menyebutkan dengan jelas apa yang menjadi makanan mereka.
Eurypterida mungkin memangsa makhluk sangat kecil dalam jumlah besar, seperti yang dilakukan beberapa paus sekarang ini.
Mereka mungkin juga memangsa binatang bertubuh lunak yang ukurannya lebih besar yang sekarang telah menjadi fosil dan tidak diketahui jenisnya.
Eurypterida dianggap sebagai perenang yang gesit dan cepat. Mereka menggunakan cakar depan yang besar untuk melumpuhkan mangsa sebelum merobeknya menggunakan struktur seperti gigi di kaki mereka.
Satu spesies kalajengking laut raksasa yang disebut Jaekelopterus rhenaniae diperkirakan bisa tumbuh memanjang lebih dari 2 meter.

Raksasa laut ini mungkin menjadi predator puncak yang setara dengan hiu putih besar di era modern sekarang.
Tim peneliti yang dipimpin Russell D.C Bicknell dari University of New England di Australia mengatakan bahwa kalajengking laut raksasa pertama kali diidentifikasi fosilnya pada 1899.
Namun tim peneliti masih belum bisa mengungkap kenapa spesies ini bisa tumbuh subur di lautan sekitar Gondwana, sebuah superbenua purba yang terbagi hingga menciptakan beberapa benua modern. Seperti Afrika, Amerika Selatan, Australia, Antartika, India, dan Semenanjung Arab.
Eurypterida dari Gondwana ini masih merupakan spesies yang sama sekali baru. Para peneliti berharap studi lebih lanjut akan membantu mereka mengidentifikasi spesies baru dari monster laut purba ini.
Sumber: DailyStar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya