Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi `kekerasan` Yang Viral Di Media Sosial (Foto: Instagram /Lambe_turah)
Dream - Laman media sosial ramai dengan beredarnya video berdurasi 1 menit 19 detik yang memperlihatkan seorang perempuan tengah mendorong anaknya keluar dari mobil. Putrinya yang terlihat seragam itu berusaha masuk mobil sambil menenteng tasnya.
Aksi tersebut dikabarkan terjadi di Jalan Veteran, Malang Kota. Namun tak jelas kapan peristiwa itu terjadi.
Dalam video rekaman itu, tampak seb uah mobil menepi di bahu jalan. Terlihat penumpang mobil melempar tas dan memaksa keluar seorang bocah perempuan yang masih mengenakan seragam putih-merah.
Bocah perempuan itu sempat memaksa masuk ke dalam mobil. Tetapi, perempuan yang lebih dewasa terus menahannya di luar mobil.
Perempuan tersebut terus mendorong sang anak yang berulang kali mencoba untuk diizinkan masuk ke dalam mobil Aksi saling dorong itu terjadi beberapa kali hingga akhirnya si anak tersungkur.
Dalam kondisi tersungkur di pinggir jalan, si perempuan dewasa awalnya bersikeras menutup pintu mobil. Upaya itu tak dilakukan karena tangan si anak masih tetap memegang bagian bawah pintu tersebut.
Di bagian akhir video, perempuan dewasa itu akhirnya turun dari mobil dan mengangkat anak perempuan itu. Dia pun akhirnya diizinkan masuk kembali ke dalam mobil.
Kejadian ini luput dari perhatian pengguna jalan. Tidak ada satu warga yang berusaha melerai aksi perempuan terhadap bocah tersebut.
Dream - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat menerima 3.849 aduan masyarakat mengenai kasus perlindungan anak masuk sepanjang tahun 2017. Angka aduan tersebut mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2016 yang berjumlah 4.647 aduan.
" Penurunan itu terjadi karena adanya lembaga-lembaga perlindungan anak di daerah, sehingga kasus pelanggaran anak cukup diadukan ke lembaga terdekat di daerah," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 kasus sosial dan anak dalam situasi darurat, sementara itu untuk kasus dalam keluarga dan pengasuhan mencapai 593 kasus.
Sementara kasus menyangkut anak dalam lingkungan agama, dan budaya tercatat mencapai 208 kasus, hak sipil dan partisan mencapai 132 kasus, kesehatan dan Napza mencapai 255 kasus, pendidikan mencapai 358 kasus, pornografi dan kejahatan siber mencapai 514 kasus, serta anak berhadapan dengan hukum mencapai 1209 kasus.
![]()
Adapun untuk kasus penjualan anak dan eksploitasi KPAI mencatat sebanyak 293 kasus dan kasus perlindungan anak lainnya mencapai 49 kasus.
Susanto menuturkan turunnya jumlah aduan ke KPAI dipengaruhi meningkatnya advokasi perlindungan anak dan perilaku masyarakat.
" Model-model pengarusutamaan perlindungan anak pada lembaga penyelenggaraan perlindungan anak mulai bertumbuh seperti, sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak," ucap dia.
Meski secara jumlah kasus kekerasan pada anak berkurang, KPAI tak memungkiri munculnya model kekerasan anak baru. Susanto mengatakan kualitas dan kompleksitas kasus kekerasan terhadap anak semakin meningkat.
" Dilihat misalnya, kasus video porno, serta kasus-kasus yang masih terjadi di Tanah Air," ujar dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya