Dukung Earth Hour 2019, Masyarakat Diajak Naik Kendaraan Umum

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 28 Maret 2019 06:00
Dukung Earth Hour 2019, Masyarakat Diajak Naik Kendaraan Umum
Polusi dari kendaran kian meningkat hari-ke hari

Dream - WWF Indonesia mengajak masyarakat terus menjadi bagian dari momentum global untuk melawan perubahan iklim melalui gerakan earth hour. Tahun ini, earth hour fokus pada peningkatan kesadaran serta tindakan yang menginspirasi penurunan emisi gas rumah kaca.

Untuk itu, WWF-Indonesia dan Komunitas Earth Hour di 30 kota mengajak serta Presiden RI, pemerintah lokal, pimpinan perusahaan, dan masyarakat khususnya generasi muda, untuk menjadi bagian pembangunan masa depan planet yang sehat dan berkelanjutan.

Lewat aksi ini, WWF berupaya untuk meningkatkan kesadaran lebih dari lima juta anak muda, agar mengadopsi gaya hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan pada tahun 2020.

Earth Hour© dream.co.id

Salah satunya dengan mengajak untuk mulai beralih ke transportasi umum demi mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

" Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada 2030, dan 11 persennya adalah dari transportasi publik, untuk itu publik juga harus ikut serta dengan cara menggunakan transportasi publik," ujar Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia.

1 dari 1 halaman

Polusi Kian Meningkat

Berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi energi di sektor transportasi pada tahun 2007 sebesar 29% dan meningkat menjadi 47% pada 2017.

Tercatat pada 2016, sektor transportasi menghasilkan emisi sebanyak 1,28 juta ton dengan rata-rata peningkatan 6,7% per tahun. Peningkatan emisi ini lebih besar 1,5 kali lipat dari konsumsi bahan bakarnya.

Sementara, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar, menyampaikan bahwa perusahaannya berkomitmen mendukung gerakan Earth Hour 2019 guna mengurangi dampak pemanasan global.

" MRT Jakarta aktif mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menerapkan gaya hidup ramah lingkungan contohnya dengan beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dan mengutamakan penghematan energi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," ujarnya

Agung Wicaksono, Direktur TransJakarta menyatakan, “ Emisi CO2 dari transportasi berkontribusi sampai 46% terhadap emisi di perkotaan, apalagi kalau menggunakan kendaraan pribadi. TransJakarta berjuang untuk memudahkan warga naik transportasi massal dengan mengintegrasikan rute dan haltenya dengan MRT, LRT, dan KRL.

Baik rute pengumpan dari kawasan pemukiman di selatan ke Lebak Bulus dan Fatmawati, maupun rute lanjutan dari MRT di tengah kota seperti Dukuh Atas dan HI. Ke depannya, bahkan electric mobility bisa menjadi pilihan untuk menekan lagi emisi, dengan melalui ujicoba terlebih dahulu." Ujarnya

Punahnya keanekaragaman hayati global dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, menjadi fokus Earth Hour tahun ini untuk menggalang dukungan untuk aksi penyelamatan alam dengan menurunkan emisi karbon dari semua dampak kegiatan konsumsi dan produksi dalam pemenuhan kebutuhan manusia, salah satunya dengan cara mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk beralih menggunakan moda transportasi umum.

Laporan: Tri Yuniwati Lestari

Beri Komentar