Bahaya Polusi Rumah Tangga, Tak Boleh Disepelekan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 10 Desember 2019 16:48
Bahaya Polusi Rumah Tangga, Tak Boleh Disepelekan
Segera lakukan bersih-bersih setelah masak.

Dream - Selama ini polusi udara yang dianggap sangat mengganggu adalah asap knalpon dari kendaran beramotor dan juga asap pabrik yang terlihat mengepul hitam di udara. Asap-asap tersebut emang sangat menggangu kesehatan dan berbahaya bagi orang di sekitarnya.

Sebenarnya ada asap polusi yang jauh lebih berbahaya. Menurut riset WHO pada 2016, justru polusi di lingkungan rumah tangga yang jadi penyebab kematian cukup tinggi yaitu sebanyak 3,8 juta jiwa. Aktivitas memasak ternyata menjadi pemicu utamanya.

" Menurut WHO, yang paling terkena dampak buruk polusi adalah anak-anak dan wanita karena polusi rumah tangga akibat pemanasan air menggunakan tungku yang panasnya berbahaya. Jadi, bisa jadi yang beraktivitas di luar rumah lebih aman dari polusi," ungkap Arini Astasari Widodo, seorang dokter, dalam acara Media Gathering Ariston di Hotel Morrissey, Jakarta Pusat, Selasa 10 Desember 2019.

 

1 dari 5 halaman

Bilas dengan Air Hangat

Efek dari paparan polusi rumah tangga pun bermacam-macam. Antara lain pneumonia, penyakit jantung, penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta kanker paru-paru. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan bahan bakar harus dikurangi.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter

Jika sudah terpapar polusi, Arini menyarankan untuk selalu membersihkan diri untuk mengontrol masuknya polutan ke dalam kulit. Sahabat Dream tidak harus menggunakan pembersih antiseptik untuk membersihkan polutan. Cukup bersihkan diri dengan suhu air tidak lebih dari 41 derajat selama 5-10 menit.

" Jangan lebih dari 5-10 menit supaya kelembapan alami kulit tidak terkikis. Dalam kurun waktu 5 menit setelah mandi, gunakan pelembap untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit," tutupnya.

2 dari 5 halaman

Batuk Tak Kunjung Sembuh Selama 2 Bulan, Dokter Syok Temukan Penyebabnya

Dream - Batuk yang tak kunjung sembuh meski sudah berminggu-minggu memang menjengkelkan. Kamu yang mengalaminya akan sulit tidur dana aktivitas sering kali terganggu. 

 Dada si Wanita 'Melorot' ke Perut, Usai Diperiksa Ternyata...

Jika memang sudah dianggap mengganggu dan terlalu lama, sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan kamu ke dokter. Jangan sampai kejadian aneh yang dialammi seorang pria di China ini terjadi pada kamu. 

Diketahui para dokter di sebuah rumah sakit di sebelah tenggara Provinsi Fujian, China, baru-baru ini melaporkan kasus penyakit aneh.

Rumah Sakit Distrik Wuping di kota Longyan menerima pasien yang batuk terus-menerus selama dua bulan terakhir. Pasien itu semakin khawatir dengan kesehatannya setelah dia batuk berdahak yang disertai dengan darah.

Tak tahan dengan batuk aneh yang dialaminya, pria itu memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyakitnya.

3 dari 5 halaman

Tidak Menemukan Penyakit Usai CT Scan

Dokter di rumah sakit pada awalnya melakukan CT scan pada pasien untuk menemukan sumber penyakitnya. Namun, hasil pemeriksaan medis dengan CT scan tidak menemukan penyakit apa pun.

Mereka kemudian memutuskan mencoba prosedur yang lebih intensif yang disebut 'bronkoskopi'.

Prosedur bronkoskopi memungkinkan mereka untuk memeriksa tenggorokan dan hidung pasien dengan kamera kecil.

4 dari 5 halaman

Ditemukan Lintah Hidup di Tenggorokan dan Hidung

Baru setelah melakukan prosedur bronkoskopi, dokter menemukan penyebab batuk yang tak sembuh-sembuh dari pasien tersebut.

Ternyata, sang pasien selama ini tidak menyadari di dalam tubuhnya hidup binatang penghisap darah, lintah. Prosedur bronkoskopi bahkan menemukan dua lintah di tubuh pasien tersebut.

Lintah pertama menempel sekitar tiga sentimeter di bawah glotis yaitu bagian laring tempat pita suara berada. Sedangkan lintah kedua berada di lubang hidung sebelah kanan.

5 dari 5 halaman

Minum Air Mentah dari Sungai

Saat ditanya dokter, pasien mengaku tidak tahu bagaimana lintah-lintah itu bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Namun dokter memperkirakan lintah-lintah itu masuk saat pasien minum air mentah dari sungai yang ada di gunung.

" Ketika dia minum air itu, kemungkinan lintah-lintah itu masih sangat kecil dan tidak terdeteksi oleh mata telanjang. Dalam satu atau dua bulan terakhir, lintah itu tumbuh dengan menyedot darah pasien," kata Dr Rao Guanyong kepada Pear Video.

Untuk mengeluarkan lintah-lintah itu, dokter membius pasien. Menggunakan kamera mini, dokter kemudian mengeluarkan lintah-lintah itu dengan pinset.

(Sah, Sumber: OddityCentral.com)

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir