Terungkap! Awal Mula Virus Corona Covid-19 Muncul di China

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 15 Maret 2020 07:00
Terungkap! Awal Mula Virus Corona Covid-19 Muncul di China
Virus ini tak terdeteksi dan tak terdokumentasi.

Dream - Kasus pertama penyebaran virus corona, Covid-19, di China terungkap. Setelah ditelusuri kembali pemerintah China, kasus pertama penyebaran virus corona muncul pada 17 November 2019.

Dilaporkan South China Morning Post, pihak berwenang China sejauh ini mengidentifikasi setidaknya 266 orang terinfeksi novel coronavirus tahun lalu. Semuanya, berada di bawah pengawasan medis di beberapa titik.

Wawancara dengan whistle-blower dari komunitas medis menunjukkan bahwa dokter di China baru menyadari mereka sedang menghadapi penyakit baru pada akhir Desember 2019.

Para ilmuwan telah mencoba untuk memetakan pola penularan awal Covid-19 sejak epidemi dilaporkan di kota Wuhan di Cina tengah pada Januari 2020, dua bulan sebelum wabah.

Menurut data pemerintah China, penyebaran virus ini tak terdeteksi dan tak terdokumentasi. Pemerintah menduga seorang pasien berusia 55 tahun dari provinsi Hubei menjadi orang pertama yang terinfeksi Covid-19.

 

1 dari 5 halaman

Mulai Bertambah

Sejak tanggal itu dan seterusnya, satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada 15 Desember 2019, jumlah total infeksi mencapai 27 orang tiap harinya. Pada 17 Desember 2019 jumlahya meningkat hingga 60 orang perharinya.

Pada 27 Desember, Zhang Jixian, seorang dokter dari Rumah Sakit Pengobatan Terpadu Cina dan Barat China Provinsi Hubei, memberi tahu otoritas kesehatan China bahwa penyakit itu disebabkan virus corona baru.

Pada tanggal itu, lebih dari 180 orang telah terinfeksi, meskipun dokter mungkin belum mengetahui penyebabnya. Pada hari terakhir 2019, jumlah kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 266. Di hari pertama 2020, jumlahnya mencapai 381.

Sementara catatan pemerintah belum dirilis ke publik, mereka memberikan petunjuk berharga tentang bagaimana penyakit ini menyebar di awal-awal penularannya. Banyak kasus yang dikonfirmasi telah dicatat Beijing.

 

2 dari 5 halaman

WHO Mencatatnya pada Desember 2019

Para ilmuwan sekarang ingin mengidentifikasi apa yang disebut pasien nol, yang dapat membantu mereka melacak sumber virus corona, yang umumnya dianggap telah melompat ke manusia dari hewan liar, mungkin kelelawar.

Dari sembilan kasus pertama yang dilaporkan pada November 2019, empat pria dan lima wanita, tidak ada yang dikonfirmasi sebagai `pasien nol`. Mereka semua berusia antara 39 dan 79 tahun.

Menurut situs laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di China adalah pada 8 Desember 2019. Namun, WHO tidak melacak penyakit itu sendiri, tetapi bergantung pada negara-negara untuk memberikan informasi tersebut.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet dari para dokter Cina dari Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, yang merawat beberapa pasien paling awal, menyebutkan tanggal infeksi pertama yang diketahui pada 1 Desember 2019.

3 dari 5 halaman

Tak Disangka, Inilah Orang Pertama yang Dinyatakan Positif Virus Corona

Dream - Di tengah kesibukan negara-negara di dunia mengatasi virus Corona baru atau COVID-19, ada satu pertanyaan besar yang selama ini menghantui pikiran setiap orang.

Pertanyaan besar tersebut adalah siapa orang pertama terinfeksi COVID-19 tersebut?

Menurut data yang dirilis Pemerintah China, orang pertama yang terinfeksi COVID-19 atau disebut dengan istilah patient zero ditemukan pada awal November 2019.

Temuan ini terungkap setelah melakukan identifikasi setidaknya terhadap 266 orang pada tahun lalu yang diduga positif virus Corona jenis baru. Seluruh pasien semuanya berada di bawah pengawasan medis pada saat itu.

Dari 266 orang itu akhirnya ditemukan patient zero atau manusia pertama yang terinfeksi COVID-19. Dia adalah seorang pria berusia 55 tahun.

 Ilustrasi. (Foto: Telugu Samayam)© Ilustrasi. (Foto: Telugu Samayam)

Pria tersebut berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, yang belakangan diketahui sebagai pusat pandemi virus Corona baru.

Pemerintah China tidak mengungkap identitas lebih lengkap patient zero itu. Namun perlu diingat bahwa temuan ini tidak sepenuhnya konklusif karena beberapa kasus ditutupi setelah otoritas kesehatan menguji spesimen yang diambil dari beberapa pasien yang diduga terinfeksi Corona.

4 dari 5 halaman

Kasus Semakin Meningkat

Patient zero dilaporkan pertama kali tertular virus COVID-19 pada 17 November 2019. Setelah itu, satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari, sebelum mencapai hingga 60 kasus pada 20 Desember 2019.

Dengan memahami bagaimana virus menyebar, dan mengetahui bagaimana kasus-kasus yang tidak terdokumentasi dan tidak terdeteksi mempercepat penyebaran virus, para peneliti berharap dapat menentukan skala sebenarnya dari ancaman COVID-19 ini.

Hingga Jumat, 13 Maret 2020, jumlah kasus orang terinfeksi virus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 134.930 kasus. Sementara jumlah pasien yang meninggal akibat terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia mencapai 4.990 orang.

Dari ratusan ribu kasus virus COVID-19 tersebut, terdapat 70.396 orang yang dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.

Sumber: World of Buzz

5 dari 5 halaman

Percaya Alkohol Bisa Lawan Virus Corona, 44 Warga Iran Tewas Keracunan

Dream - Penyebaran virus Corona baru, Covid-19, yang masif membuat warga Iran panik. Sebagian warga Iran bahkan menelan bulat-bulat berita tidak benar hingga berujung pada kematian.

Di Provinsi Khuzestan dan Alborz, Iran barat daya, setidaknya 44 orang meninggal dunia setelah keracunan alkohol. Sebelumnya mereka percaya kabar bohong yang menyebut alkohol bisa membubuh Covid-19.

Karena percaya dengan kabar yang beredar itu mereka menenggak alkohol dengan harapan tidak tertular Covid-19. Tapi ternyata kabar itu hanyalah berita hoaks belaka.

" Beberapa warga mendengar kabar bahwa minum alkohol dapat membantu mereka melawan virus corona. Jadi mereka meminumnya sebagai tindakan pencegahan," kata Ali Ehsanpour, juru bicara Universitas Ilmu Kedokteran Universitas Ahwaz kepada Mehr News Agency.

Menurut Ehsanpour, lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit di selatan Provinsi Khuzestan setelah minum alkohol yang terbuat dari metanol.

Bahan metanol biasa ditemukan dalam produk antibeku, pelarut, dan bahan bakar. Sebagian besar dari korban meninggal dunia akibat keracunan alkohol berbahan metanol tersebut.

Selain Khuzestan dan Alborz, korban tewas akibat keracunan alkohol berbahan metanol juga terjadi di wilayah barat Provinsi Kermanshah.

Karena minuman alkohol dilarang di Iran, warga mengakalinya dengan membeli alkohol untuk sanitasi tapi kemudian mengonsumsinya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran melaporkan hingga Selasa lalu sebanyak 8.042 orang positif virus Corona dan 291 orang tewas akibat Covid-19.

Sedangkan jumlah warga Iran yang dinyatakan sudah sembuh dari virus Corona dilapoirkan mencapai 2.731 orang.

Sumber: FoxNews

Beri Komentar