Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Infeksi varian baru Covid-19 B117 sudah muncul di Indonesia. Muncul kekhawatiran virus tersebut tidak bisa ditangkal dengan vaksin.
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, menyatakan kemunculan varian baru dari Covid-19 tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Dia menilai vaksin yang saat ini digunakan di Indonesia yaitu CoronaVac efektif memberikan perlindungan terhadap serangan varian baru tersebut.
" Memang ada kekhawatiran varian virus B117 ini tidak bisa dinetralisasi antibodi yang terbentuk pasca-vaksinasi, namun produsen vaksin yang beredar di Indonesia saat ini telah memastikan vaksinnya masih efektif untuk melawan varian virus ini," ujar Amin dalam webinar yang disiarkan channel YouTube BNPB Indonesia.
Untuk memastikan hal itu, Amin mengatakan lembaganya akan melakukan pemantauan pada sejumlah sampel dari penerima vaksinasi dosis kedua. Ini untuk melihat seberapa tinggi tingkat kekebalan yang dibentuk dari vaksinasi.
" Ini demi memastikan herd immunity bisa tercapai," kata dia.
Tetapi karena sudah terjadi mutasi, Amin berharap vaksinasi bisa diselesaikan lebih cepat. Ini untuk mengantisipasi terjadinya mutasi yang memunculkan varian lebih ganas.
" Memang dari keseluruhan mutasi virus, hanya sekitar 4 persennya yang menjadi varian dengan keganasan lebih berbahaya," kata dia.
Menurut Amin, B117 termasuk varian yang memiliki karakteristik sel yang lebih cepat menginfeksi manusia. Sehingga, penyebaran varian ini bisa terjadi lebih cepat.
Karena itu, Amin meminta masyarakat tidak menunda vaksinasi. Jika sudah mendapatkan suntikan pertama, sebisa mungkin segera mendapatkan suntikan kedua sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
" Adapun kepada yang akan mendapatkan kesempatan divaksin, tolong jangan menolak atau menundanya," kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya