Bus Terbakar di Bandara Ngurah Rai, Aktivitas Penerbangan Aman

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 6 September 2019 14:30
Bus Terbakar di Bandara Ngurah Rai, Aktivitas Penerbangan Aman
Apa penyebabnya?

Dream – Sebuah bus terbakar di area Bandara Internasional I Gustri Ngurah Rai, Bali. PT Angkasa Pura II (Persero) melaporkan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.24 WITA.

" Kami ingin menginformasikan bahwa telah terjadi insiden kebakaran Bus di Area Ground Support Equipment (GSE) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali," kata Corporate Communication Senior Manager PT Angkasa Pura I Awaluddin dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 6 September 2019.

Awaluddin mengatakan petugas telah melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut. Api berhasil dipadamkan sekitar 20 menit kemudian saat kebakaran pertama kali terjadi.

" Dengan kesigapan dan kecepatan Petugas PKP-PK dan Avsec Bandara telah berhasil memadamkan api pada pukul 13.45 WITA," kata dia.

1 dari 5 halaman

Tunggu Investigasi

Perusahaan sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dari pihak berwenang terkait penyebab kebakaran yang terjadi pada bus tersebut.

Awaluddin memastikan peristiwa kebakaran bus tersebut tidak mengganggu operasional bandara. Dia juga meminta maaf atas insiden tersebut,.

“ Atas kejadian ini manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meminta maaf atas ketidaknyaman yang timbul,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Gempa M 6, Penumpang di Bandara Ngurah Rai Sempat Dievakuasi

Dream – Gempa magnitudo 5,8 menguncang Bali tadi pagi, Selasa 16 Juli 2019. Pemerintah memastikan gempa tidak mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

“ Berdasarkan laporan awal, semua dalam kondisi normal dan aman, semua fasilitas siap digunakan untuk pelayanan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti, di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com.

Polana mengatakan pelayanan navigasi penerbangan di AirNav Indonesia cabang Denpasar juga tak rusak akibat gempa.

Dia mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana yang terjadi.

“ Utamakan keselamatan, keamanan dan pelayanan dan terus melakukan koordinasi untuk mengatasi dan mengantisipasi hal – hal yang menggangu jalannya penerbangan,” kata dia.

3 dari 5 halaman

Penumpang Dievakuasi

Kepala Otoritas Bandara IV Bali, Elfi Amir, mengatakan penumpang yang akan berangkat telah dievakuasi saat terjadi gempa.

Evakuasi ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ke area apron pesawat dengan panduan petugas security dan AMC.

Selain itu, pasca gempa juga telah dilaksanakan runway inspection dengan hasil runway dalam keadaan aman (servicable).

“ Dengan adanya runway inspection terjadi keterlambatan penerbangan yaitu sebanyak 5 pesawat tertahan selama 15 menit,” kata Elfi.

4 dari 5 halaman

Gapura di Kawasan Wisata ITDC Rontok

Sekadar informasi, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang wilayah Bali. Seorang warga Kelurahan Tuban, Kuta, Bali, Marcellinus mengatakan, gempa yang terjadi pada pukul 07.18 WIB itu terasa kencang.

 

 

Hingga saat ini belum ada laporan soal rumah atau bangunan yang rusak. Namun, kata Marcellinis, gapura di kawasan wisata Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) rontok.

" Gempanya lumayan kenceng, sejauh ini nggak ada rumah rusak. Cuma di gapura ITDC jatuh batu-batunya," ujar Marcellinus kepada Liputan6.com.

5 dari 5 halaman

Warga Berhamburan

Saat gempa, kata Marcellinus, warga berhamburan keluar. Mereka trauma dan takut gempa tersebut meluluh lantakkan bangunan seperti di Lombok beberapa waktu lalu.

Sementara, salah seorang warga Kuta, Wayan Swarsa, mengatakan guncangan gempa tersebut juga dirasakan sangat keras. Warga dan wisatawan pun berhamburan keluar rumah dan bangunan. Genting juga berjatuhan di gedung Pelni, Nusa Dua.

" Gempa cukup keras, kan aktivitas pagi sudah mulai, saya juga siap-siap sembayang pagi lalu gempa keras, jadi para wisatawan juga bangun, keluar rumah. Kan saya ada homestay," kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Ilyas Istianur Praditya)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting