Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Wajah Dan Rambut Bersih Bukan Jaminan Bebas Dari Tungau
Dream - Selama ini kita mungkin mengira wajah yang bersih itu benar-benar terbebas dari kuman. Namun jangan bersenang hati dahulu. Dalam beberapa kasus, kenyataan ternyata tak seindah yang dibayangkan.
Tahukah Sahabat Dream jika ada ribuan tungau yang hidup di folikel rambut atau kelenjar minyak mamalia, termasuk manusia.
Salah satu jenis tungau yang paling sering ditemukan adalah Demodex yang merupakan famili dari tungau berkaki delapan.
Ada dua spesies tungau yang diketahui tinggal di permukaan kulit dan folikel rambut manusia, yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis.

Demodex folliculorum biasanya hidup di folikel rambut seperti di bulu mata atau alis. Sedangkan Demodex brevis tinggal di kelenjar minyak dan bagian lainnya.
Tungau demodex tidak ditemukan pada bayi yang baru lahir. Tapi ketika menggunakan analisis DNA, tungau demodex pasti ditemukan pada orang dewasa.
Temuan ini juga dibuktikan saat para peneliti melakukan pengujian cadaver atau jenazah yang biasanya digunakan mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi.
Manusia tidak mungkin bisa melihat keberadaan tungau ini pada kulit atau folikel rambut mereka. Itu karena tungau Demodex berukuran sangat kecil.
Tungau demodex folliculorum misalnya, memiliki panjang sekitar sepertiga milimeter. Sedangkan demodex brevis panjangnya kurang dari seperempat milimeter.

Meski memiliki ukuran tubuh yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, tungau atau kutu ini mampu membawa berbagai spesies bakteri di tubuh mereka.
Satu-satunya cara untuk mendeteksi tungau dengan mata telanjang adalah memerhatikan bercak-bercak ketombe berbentuk silinder yang ada pada rambut.
Namun ada cara khusus yang lebih meyakinkan yaitu dengan menggunakan metode biopsi kulit menggunakan sedikit lem cyanoacrylate (superglue) pada slide mikroskop.

Kehadiran ketombe ini merupakan ciri khas adanya sarang tungau di sekitarnya, yang merupakan hasil dari kebiasaan makhluk ini.
Tungau memakan sel-sel kulit mati dan minyak sebaceous, yang mereka cerna sebelumnya dengan mengeluarkan berbagai enzim.
Karena tidak memiliki anus, tungau akan memuntahkan limbah mereka begitu saja di permukaan kulit dan folikel rambut.
Berlindung di rumah folikelnya yang nyaman, tungau kemudian kawin dan bertelur. Setelah umur sekitar 15 hari, mereka mati dan membusuk tepat di dalam folikel.
Kebiasaan menjijikkan tungau inilah yang diduga sebagai penyebab banyak orang mengalami berbagai masalah kulit dan rambut.
Dalam sebuah penelitian, rata-rata waktu bertahan hidup tungau demodex pada maskara adalah 21 jam.
Karena itu, dianjurkan untuk tidak berbagi peralatan make-up seperti sisir, eyeliner, pensil alis, dan sebagainya. Untuk mencegah terjadinya infeksi.
Selain itu, disarankan membersihkan wajah secara teratur untuk membuat tungau enggan bersarang di wajah.
(Sumber: Science Alert)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
