Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan, dunia dapat mengendalikan kasus Covid-19 global dalam dalam hitungan bulan. Syaratnya, sumber daya untuk menangani Covid-19 didistribusikan secara adil dan merata.
" Kita memiliki alat untuk mengendalikan pandemi ini dalam hitungan bulan, jika kita menerapkannya secara konsisten dan adil," ujar Ghebreyesus dalam konferensi pers di Swedia pada Senin 19 April 2021.
Pernyataan Ghebreyesus disampaikan menyinggung munculnya upaya nasionalisme vaksin di sejumlah negara kaya. Negara-negara tersebut dinilai tidak etis lantaran memprioritaskan warganya lebih muda untuk mendapatkan vaksinasi namun mengabaikan kelompok rentan di negara-negara berkembang.
Dia juga mengaku prihatin dengan meluasnya penularan Covid-19 pada kelompok usia 25-59 tahun di banyak negara. Mungkin disebabkan varian baru yang jauh lebih menular.
" Butuh sembilan bulan untuk mencapai 1 juta kematian; 4 bulan untuk mencapai 2 juta, dan 3 bulan untuk mencapai 3 juta," kata Ghebreyesus.
Aktivis perubahan iklim global, Greta Thunberg, pada kesempatan yang sama juga menyinggung upaya nasionalisme vaksin. Dia mengatakan satu dari empat orang di negara-negara berpenghasilan tinggi sekarang telah divaksinasi Covid-19.
Sementara, hanya satu dari lebih 500 orang di negara-negara miskin yang menerima suntikan. Ini menandakan tingkat kesenjangan vaksinasi masih sangat tinggi.
" Nasionalisme vaksin itulah yang menjalankan distribusi vaksin," kata Turnberg.
" Satu-satunya hal yang benar secara moral untuk dilakukan adalah memprioritaskan orang-orang yang paling rentan, apakah mereka hidup di negara berpenghasilan tinggi atau rendah," lanjut dia.
Thunberg juga menggambarkan hubungan langsung antara pandemi dan kerusakan lingkungan yang menurutnya mempermudah virus berbahaya menyebar dari populasi hewan ke manusia.
" Ilmu pengetahuan menunjukkan kita akan mengalami lebih sering pandemi yang menghancurkan kecuali kita secara drastis mengubah cara kita memperlakukan alam ... Kita sedang menciptakan kondisi ideal untuk penyakit menular dari satu hewan ke hewan lain dan ke kita," kata dia.
Thunberg mengimbau kaum muda di mana pun untuk mendapatkan vaksinasi jika diberi kesempatan, meskipun mereka adalah kelompok usia yang paling tidak berisiko terhadap Covid-19. Karena solidaritas dengan orang-orang dalam kelompok risiko (tinggi).
Ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan lonjakan terbaru infeksi Covid-19 di seluruh dunia termasuk peningkatan di antara kelompok usia yang sebelumnya kurang terpengaruh oleh pandemi.
" Kami melihat peningkatan tingkat penularan di semua kelompok umur," katanya.
Dia juga mengatakan sekitar 5,2 juta kasus dilaporkan minggu lalu. Ini merupakan peningkatan mingguan tertinggi sejak dimulainya pandemi.
" Kami melihat sedikit perubahan usia di beberapa negara, didorong oleh percampuran sosial," kata dia, dikutip dari Channel News Asia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya