Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Operator Pemakaman Di Jepang Punya Layanan Yang Unik. (Foto: Ilustrasi Pemakaman/Shutterstock)
Dream – Di Jepang, ada bisnis yang unik nan nyentrik di bidang pemakaman. Operator rumah duka di Perfektur Nagano, Jepang, memberlakukan layanan unik bagi tamu pemakaman.
Laiknya sebuah rumah restoran cepat saji, pengelola makan ini memberikan layanan drive thru bagi para pengunjungnya.
Seperti apa layanannya?
Dilansir dari The Japan Times, Sabtu 9 September 2017, sebuah operator pemakaman di Jepang, Kankon Sousai Aichi Group, di Nagano, Jepang, menyebut layanan ini pertama kalinya di Jepang dan akan dirilis di Nagano pada Desember ini.
Layaknya servis drive thru di restoran, tamu pemakaman membuka kaca mobil, lalu membubuhkan tanda tangan kehadiran di layar panel elektronik dan memberikan donasi uang duka cita.
Dengan cara ini, penyelenggara pemakaman dan keluarga almarhum bisa memonitor jumlah tamu yang hadir.

Pimpinan Kankon Sousai Aichi Group, Masao Ogiawara, berkata kepada The Japan Times bahwa layanan ini bertujuan untuk memudahkan orang tua dan penyandang disabilitas untuk menghadiri pemakaman.
© Dream
Dia mengatakan upacara pemakaman dilakukan pada siang hari atau sore hari.
“ Layanan ini bisa menghemat seperempat atau seperlima dari waktu yang dibutuhkan untuk menghadiri pemakaman biasa,” kata Ogiwara.
Mereka yang sibuk bekerja, bisa menghadiri upacara pemakaman tanpa khawatir dengan ketentuan berpakaian hitam atau waktu.
Ogiwara mengatakan pemakaman adalah bisnis yang besar di Jepang dan permintaan pemakaman yang sederhana menjadi lebih tinggi seiring dengan tingginya angka kematian di Jepang.
Berdasarkan National Institute of Population and Social Security Research, angka kematian di Jepang diprediksi mencapai 1,43 juta jiwa pada 2020 dan meningkat menjadi 1,53 juta jiwa pada 2025.
“ Saya sudah lama berbisnis di sini dan melihat betapa memberatkannya orang tua dan pengguna kursi roda untuk menghadiri pemakaman. Layanan baru ini akan memungkinkan orang-orang yang tinggal di rumah untuk pergi keluar dan mengucapkan selamat tinggal untuk teman dan keluarganya,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya