Yusril Bakal Jawab Semua Permohonan Tim Prabowo, Meski Belum Diregistrasi MK

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 18 Juni 2019 10:02
Yusril Bakal Jawab Semua Permohonan Tim Prabowo, Meski Belum Diregistrasi MK
Menurut Menteri Kehakiman dan HAM era Presiden Gus Dur dan Megawati ini, ada dua permohonan yang diajukan kubu 02.

Dream - Ketua tim hukum Capres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra siap menjawab semua permohonan yang diajukan tim hukum Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
 
Menurut Menteri Kehakiman dan HAM era Presiden Gus Dur dan Megawati ini, ada dua permohonan yang diajukan kubu 02. Permohonan itu yakni pada 24 Mei 2019 dan menambahkan perbaikan permohonan pada 10 Juni 2019. 
 
" 10 Juni, kami anggap sebagai permohonan baru yang dilampirkan, tapi tidak diregistrasi oleh MK," ujar Yusril di Gedung MK, Jakarta, Selasa 18 Juni 2019.
 
Meski menganggap perbaikan permohonan itu tidak diregistrasi MK, tim hukum kubu 01 ini akan tetap menjawabnya di persidangan.
 
" Jadi kami akan menjawab keduanya. Fokus pada yang pertama, yang kedua kami juga akan jawab dan petitumnya memang satu," ucap dia.
 
Menurutnya, petitum yang diajukan oleh tim hukum Prabowo-Sandi itu intinya memohon untuk mengabulkan semua tuntutan. 
 
Untuk itu, Yusril kembali menegaskan akan menjawab semua permohonan yang diajukan kubu 02 di ruang sidang.
 
" (Sanggahan) nanti kita bacakan di persidangan. Tapi pada intinya kami tanggapi seluruh dari permohonan itu supaya didengar dan dipertimbangkan majelis dengan seadil-adilnya," kata dia. (ism) 
 

 

1 dari 2 halaman

Saham Perusahaan Sandiaga Lesu di Hari Sidang Sengketa Pilpres 2019

Dream - Saham perusahaan milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investasi Sedaya Tbk (SRTG) bergerak lesu sepanjang perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat, 14 Juni 2019. 

Pelemahan saham Saratoga berbarengan dengan sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan pemohon gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uni yang digelar Mahkamah Konstitusi (MK) sejak pagi tadi.

Untuk diketahui Saratoga merupakan perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga.

Dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia, idx.co.id, harga saham emiten berkode SRTG ini bergerak melemah ke level 3.600 pada pukul 13.24 WIB.

Saham SRTG tercatat mulai menjadi sasaran transakai pelaku pasar pada pukul 09.05 WIB. Di sesi pagi itu saham Saratoga bergerak melemah ke level Rp3.600 per saham. Meski masih berada di zona merah, saham SRTG sempat menggeliat dan naik sedikit ke level Rp3.630 per saham. 

Hingga pukul 13.54 WIB, saham SRTG masih mendekat di zona merah. Saham perusahaan milik Sandiaga ini sudah tak lagi jadi sasaran aksi jual beli investor sejak pukul 10.25 WIB.

Pergerakan saham SRTG di awal sesi perdagangan berbanding terbalik dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di sesi pembukaan, IHSG bergerak naik ke 6.280.182.

IHSG masih bisa mempertahankan laju positifnya hingga hampir satu jam perdagangan. Namun tren laju indeks acuan pasar modal Indonesia ini terus bergerak melemah dan mendekam di zona merah hingga penutupan sesi pertama. 

 

Sekadar informasi, dalam sidang sengketa, tim kuasa hukum pasangan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga S. Uno, membacakan gugatannya di hadapan majelis di Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain kecurangan Pilpres, tim ini juga menyinggung kenaikan gaji PNS yang disebut-sebut sebagai " beli suara" .

2 dari 2 halaman

Sidang Sengketa Pilpres Dorong IHSG ke Zona Merah?

Dream - Mahkamah Konsutitusi (MK) resmi menggelar sidang sengketa Pilpres 2019. Sidang ini berdampak kepada pasar.

Dikutip dari idx.co.id, Jumat 14 Juni 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,36 persen ke level 6.250,784 pada pukul 12.34.

IHSG semula dibuka menguat di 6.280,182, lalu merangkak naik dan menyentuh level tertinggi di 6.292,724 pada 09.05.

Selepas itu, IHSG terus-menerus melemah. Pada penutupan level I, IHSG mendekam di 6.250,784

Melemahnya IHSG tak hanya dipengaruhi oleh faktor sidang sengketa Pilpres, tetapi juga faktor eksternal lainnya. Contohnya, kenaikan harga minyak setelah dua kapal tanker diserang di dekat pantai Iran. Serangan ini membuat harga saham-saham energi meroket, dikutip dari Market Watch.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham