Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masjid Sakirin Turki (www.style.com)
Dream - Muslimah tak harus hidup terkungkung. Seperti laki-laki, perempuan muslim bisa berkarya. Menggapai mimpi. Inilah prinsip Zeynep Fadillioglu. Muslimah perancang Masjid Sakirin di Instanbul, Turki.
Fadillioglu membangun Masjid Sakirin bersama arsitek Husrev Tayla. Proyek ini digarap selama empat tahun, hingga akhirnya dibuka pada Mei 2009. Seluruh interior masjid menjadi kewenangannya.
Perempuan kelahiran Istanbul 59 tahun silam ini punya alasan kuat menerima tawaran membangun Masjid Sakirin. Melalui desain interior, dia ingin menunjukkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di dalam masjid ini.
" Saya melihat kaum perempuan ditempatkan di lokasi buruk di dekat tangga, tempat yang sempit. Semacam tak diinginkan di dalam masjid. Itu bukan ajaran Islam. Perempuan dalam Islam setara dengan laki-laki," ucap Fadillioglu dikutp BBC.
Oleh sebab itu, Fadillioglu sangat memperhatikan ruang untuk perempuan. Area yang kerap diabaikan oleh arsitek pembangun masjid. Area laki-laki dan perempuan di masjid memang harus dipisah. Namun, Fadillioglu memberi tempat yang lebih layak bagi para perempuan.

Sumber foto: loveisspeed.blogspot.com
Sebenarnya, perempuan yang juga pengajar di Universitas Bilqi Istanbul ini mulanya bukanlah seorang arsitek. Saat masuk kuliah dia memilih jurusan ilmu komputer di Universitas Sussex dan Institut Data Kontrol di Inggris.
Ketertarikan pada arsitektur, khususnya desain interior, baru muncul pada 1978. Masuklah Fadillioglu ke Sekolah Desain Inchbald London, mengambil jurusan sejarah seni dan desain.
Masjid bukan pula bangunan yang biasa dia garap. Sebelum mengerjakan Masjid Sakirin, Fadillioglu lebih banyak membangun restoran, hotel, dan rumah-rumah mewah di New Delhi, Abu Dhabi, dan London, di bawah bendera Zeynep Fadillioglu Design atau yang sohor dengan nama ZF Design.
Sakirin benar-benar menjadi pengalaman pertama bagi Fadillioglu dalam membangun masjid. Dan itu membuatnya haru. " Saat saya ditawari proyek ini, saya menangis," tutur Fadillioglu.
Tangis haru itu memang pantas dia tumpahkan. Sebab, dia akan menjadi perempuan pertama di Turki yang memimpin pembangunan sebuah masjid. Kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.
" Apalagi saat itu banyak terjadi perdebatan yang menyatakan Islam tidak memberi persamaan hak pada perempuan. Bukti bahwa perempuan bisa membangun masjid telah menyangkal itu," kata Fadillioglu.
Buah karya Fadillioglu ini memang luar biasa. Sentuhan perempuan tangannya membuat interior masjid yang diklaim paling modern di Istanbul ini tampak indah.
Masjid Sakirin juga diklaim sebagai yang paling modern di antara masjid-masjid lain di Istanbul. Meki demikian, gayanya masih mengadopsi unsure-unsur Ottoman tempo dulu. Yuk.. kita intip keindahan interior Masjid Sakirin.
© Dream
Masjid Sakirin dibangun selama 4 tahun. Masjid ini memiliki luas 10 ribu meter persegi. Namun hanya mampu menampung 500 jamaah.
Masjid ini dibangun dengan gaya Ottoman. Kubah berukuran sangat besar yang mencakup area utama salat menjadi ciri khas gaya itu. Dua menara berdiri masing-masing tegak setinggi 35 meter.
© Dream
Masjid Sakirin memiliki mihrab yang unik. Bentuknya oval, pada bagian bawah terpotong lantai. Di tengah-tengah berwarna emas, sedangkan di lapisan luar biru.
Yang tak kalah unik adalah mimbar. Tempat yang biasa dipakai berceramah itu dibuat bertangga. Setidaknya ada 12 anak tangga. Bagian belakang mimbar berwarna kuning gading itu dibuat menjulang.
Dinding masdjid dibuat penuh ukiran. Sehingga banyak celah yang memungkinkan cahaya menerobos masuk. Kala siang, ruang utama pun terang tanpa bantuan lampu.
Seperti masjid pada umumnya, dinging pada Masjid Sakirin ini juga dihiasi dengan ornament-ornamen dari ayat-ayat Alquran.
© Dream
Di bawah kubah, tergantung hiasan kaca. Butiran-butiran bening terpasang melingkar di atas ruang utama. Indah, kadang-kadang kaca-kaca bening itu terlihat berkilau.
Namun ini bukan hanya sekedar hiasan indah tanpa makna. Menurut Fadillioglu, hiasan ini sebagai symbol cahaya Ilahi yang selalu memancar untuk para jamaah.
© Dream
Inilah ruangan yang diperjuangkan oleh Fadillioglu. Ruang untuk para perempuan. Ruangan ini diberi pembatas
Dia mendesain agak luas ruang khusus untuk jamaah perempuan itu. Sehingga para perempuan bisa leluasa. Tak lagi ditempatkan di sudut ruangan maupun di bawah tangga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya