Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Jayavel (baju Kotak-kotak) Bersama Ibunya (Sumber: India Times)
Dream - Seperti pepatah itulah Jayavel merangkai kisah suksesnya. Datang dari keluarga miskin, dengan tekad bulat dia memilih pendidikan sebagai prioritas.
Kisah Jayavel dari miskin menjadi kaya ini telah menjadi cerita indah bagi orang lain yang sedang mencari motivasi untuk keluar dari kesulitan.
Keluarga Jayavel berasal dari sebuah keluarga miskin di Distrik Nellore, Andhra Pradesh, India. Musim panen yang gagal memaksa Jayavel untuk keluar dari desa dan menjadikan jalan-jalan di Chennai sebagai tempat mendapatkan penghidupan.
Jayavel adalah satu dari banyak anak yang dipaksa mengemis oleh orang tuanya.
" Kami biasa tidur di salah satu trotoar tersebut. Jika hujan akan turun, kami akan mencari tempat tinggal lain di toko-toko terdekat sampai polisi datang dan mengejar-ngejar kami," kata Jayavel, seperti dikutip India Times dari India Today.
Meskipun mendapatkan uang dari belas iba orang-orang kepadanya, penghasilan Jayavel selalu digunakan untuk memberi makan minum ibunya yang menjadi pecandu setelah kematian suaminya.
© Dream
Tapi kemudian muncul Uma Muthuraman dan suaminya yang mengambil Jayavel dalam asuhannya. Pasangan ini ingin membuat sebuah film dokumenter tentang anak jalanan Chennai berjudul " Pavement Flower" .
" Kami awalnya benar-benar tidak menyukai mereka. Kami bahkan mencoba untuk menyakiti mereka karena kami muak didekati dengan dalih membantu. Mereka hanya menggunakan nama kami untuk mendapatkan dana pemerintah," kenang Jayavel. Tapi pandangannya berubah setelah melihat perhatian yang tulus yang diberikan Uma untuk membantu anak-anak jalanan.
Pada 1999, melalui Suyam Charitable Trust, Uma Muthuraman dan suaminya menawarkan pendidikan yang layak untuk Jayavel.
" Semua orang di sekolah tahu tentang saya dan keluarga saya. Karena kami dulu tinggal tepat di sudut trotoar sekolah. Meskipun saya benci belajar pada awalnya dan hanya ingin bermain, sikap saya berubah ketika saya mulai melihat perbedaan antara kehidupan orang lain dan diri saya. Uma Muthuraman sedang berjuang untuk mendidik saya," kata Jayavel.
© Dream
Jayavel lulus dengan nilai memuaskan yang membuatnya mendapatkan donor yang akan mendanai pendidikan tingginya. Peluang tersebut semakin membuat Jayavel meraih sukses lebih jauh.
Setelah mendapatkan tempat untuk ujian masuk di Universitas Cambridge, ia akhirnya terdaftar di Glyndwr University, Wales di mana ia belajar 'Rekayasa Teknologi Peningkatan Performa Mobil'. Saat ini Jayavel sedang menempuh pendidikan lanjutan di University of Turin, Italia.
Sayangnya, tidak ada sesuatu di dunia ini yang berjalan dengan sempurna. Kurangnya dukungan pemerintah telah mengganggu jalannya Suyam Charitable Trust. Sebelumnya Uma dan suaminya meminjam 1,7 juta rupee (Rp333 juta) untuk mendanai pendidikan Jayavel di London. Sekarang mereka harus meminjam lagi 800 ribu rupee (Rp157 juta) untuk biaya tinggal di Italia.
Meski ada beberapa pejabat memberikan dukungan, namun uangnya tidak pernah cukup. Perjuangan untuk mendidik anak-anak dengan mengambil mereka dari jalanan benar-benar dilakukan dengan tulus dan sikap apatis pemerintah hanya menciptakan lebih banyak hambatan.
© Dream
Jayavel ingin kembali ke India setelah ia menyelesaikan studinya. Dia ingin membalas kemurahan hati Uma Muthuraman dan suaminya yang telah memberinya kepercayaan dan kontribusi sehingga menjadi seperti saat ini.(Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan