Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gus Dur
Dream - Selain sebagai pemikir, KH Abdurrahman Wahid semasa hidupnya rupanya punya hobi kuliner. Dia tahu tempat-tempat makan yang lezat di tiap-tiap kota.
Rupanya, hobi kulineran Gus Dur tidak jauh dari bakatnya memasak. Hal itu diakui oleh teman-teman Gus Dur sewaktu masih menempuh pendidikan di luar negeri.
Bagi Gus Dur, makan enak tidak harus mahal. Apalagi ketika masih menjadi mahasiswa. Gus Dur lihai menghemat biaya makan.
Sewaktu tinggal di asrama, ada kesepakatan mengenai jatah masak bergilir. Ketika mendapat giliran, Gus Dur kadang memasak kepala ikan.
Karena terkenal akan rasanya yang lezat, masakan Gus Dur selalu ludes. Banyak mahasiswa yang senang dengan masakan Gus Dur. Presiden keempat Indonesia itu sampai punya pedagang ikan langganan.
Suatu hari, Gus Dur tidak bisa memasak karena ada keperluan mendadak. Maka tugas Gus Dur digantikan oleh temannya.
Teman Gus Dur itu lalu berbelanja di pedagang ikan langganannya. Tiba di sana, teman Gus Dur itu ditanya oleh si pedagang ikan.
" Mana temanmu yang biasa ke sini?" tanya si pedagang.
" Dia sedang sibuk dan saya yang menggantikannya," kata teman Gus Dur.
" Kawanmu itu hebat ya, punya kucing 20, dia bisa memelihara dengan telaten," kata si pedagang ikan.
" Kucing? 20? Tidak keliru kamu siapa teman saya?" kata teman Gus Dur dengan agak kaget.
" Lho, temanmu si Abdurrahman itu, kalau ke sini selalu beli kepala ikan, katanya untuk kucingnya yang 20 ekor itu. Saya kasih murah karena dia mau memelihara hewan telaten seperti itu," ucap di pedagang ikan.
Jawaban itu membuat teman Gus Dur terdiam. Dia lalu pergi dan batal membeli kepala ikan.
Dia memilih membeli bahan pangan yang lain. Alhasil, anggaran belanjanya jadi naik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya