Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Goyanannya tak cuma mengocok perut orang-orang di sekitarnya, tapi juga para pemimpin dunia. Salah satunya Raja Arab Saudi.
Seperti yang dikisahkan adik kandung Gus Dur, Lily Wahid, dikutip Dream dari laman Merdeka.com.
Menurut Lily, Gus Dur adalah salah satu orang yang mampu membuat Raja Fahd ngakak. Pertemuan antara Raja Fahd dan Gus Dur diliput media-media Arab Saudi sambil memajang foto keduanya sedang tertawa.
" Hanya Gus Dur yang bisa membuat Raja Fahd ketawa, Gus Dur telah membuat sejarah, selain berhasil membebaskan TKI yang dihukum pancung, Gus Dur juga bisa membuat raja Arab Saudi tertawa terbahak-bahak," kata Lily.
Hal tersebut tidak pernah terjadi ataupun dibayangkan oleh rakyat Arab Saudi. " Di media Arab Saudi Raja Fahd tertawa terbahak-bahak sampai langit mulut raja kelihatan. Itu tak pernah terjadi," katanya.
Banyak orang yang heran. Kenapa Gus Dur bisa membuat sang raja tertawa geli. " Gus Dur, mengatakan, ya tentu saja bisa karena raja tetap manusia, Gus Dur bilang mungkin ada sesuatu tidak anda mengerti," kata Lily menirukan ucapan Gus Dur.
Lalu apa yang dikatakan Gus Dur kepada Raja Fahd? Gus Dur ketika itu hanya berkata; " Raja Fahd adalah satu-satunya orang arab yang tidak beristri dua."
Cerita lainnya...
© Dream
Masih soal ketawa geli raja Arab Saudi. Kali ini cerita itu datang dari Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.
" Waktu itu ketika sudah pulang dari Arab, Bapak mendapat surat dari rakyat Arab. Isinya, yang mulia, apa yang mulia katakan sehingga semua rakyat Arab bisa melihat gigi Raja," ujar Sinta Nuriyah Wahid.
" Bapak mengatakan kepada Raja, yang mulia, rakyat Indonesia banyak pintar bahasa Arab. Tapi berbeda dengan bahasa Arab disini, tapi bahasa Arab kitab, bukan komunikasi sehari hari," kata sinta menuturkan Gus Dur.
Memang ada perbedaan bahasa kitab yang digunakan para santri di pesantren dengan bahasa sehari hari. Nah, suatu ketika jamaah haji Indonesia membaca tulisan mamnu'uddukhul pada sebuah ruangan. Tulisan itu berarti dilarang masuk.
Tapi sang jamaah menafsirkannya berbeda. Mamnu'uddukhul menurut versi kitab fiqih berarti dilarang bersetubuh.
" Komentar orang Indonesia itu, orang Arab memang keterlaluan, masa melakukan hal seperti itu di tempat seperti ini. Jadi Raja Arab itu ketawa ngakak," ujar Sinta sambil tertawa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya