Guyonan Gus Dur Bikin Raja Arab Ngakak

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 28 Februari 2017 15:02
Guyonan Gus Dur Bikin Raja Arab Ngakak
Menurut warga Arab, baru kali ini masyarakat melihat gigi Raja Arab tersebut karena tertawa terbahak-bahak. Apa yang dikatakan Gus Dur?

Dream - Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dikenal sebagai sosok yang humoris. Goyanannya tak cuma mengocok perut orang-orang di sekitarnya, tapi juga para pemimpin dunia. Salah satunya Raja Arab Saudi.

Seperti yang dikisahkan adik kandung Gus Dur, Lily Wahid, dikutip Dream dari laman Merdeka.com.

Menurut Lily, Gus Dur adalah salah satu orang yang mampu membuat Raja Fahd ngakak. Pertemuan antara Raja Fahd dan Gus Dur diliput media-media Arab Saudi sambil memajang foto keduanya sedang tertawa.

" Hanya Gus Dur yang bisa membuat Raja Fahd ketawa, Gus Dur telah membuat sejarah, selain berhasil membebaskan TKI yang dihukum pancung, Gus Dur juga bisa membuat raja Arab Saudi tertawa terbahak-bahak," kata Lily.

Hal tersebut tidak pernah terjadi ataupun dibayangkan oleh rakyat Arab Saudi. " Di media Arab Saudi Raja Fahd tertawa terbahak-bahak sampai langit mulut raja kelihatan. Itu tak pernah terjadi," katanya.

Banyak orang yang heran. Kenapa Gus Dur bisa membuat sang raja tertawa geli. " Gus Dur, mengatakan, ya tentu saja bisa karena raja tetap manusia, Gus Dur bilang mungkin ada sesuatu tidak anda mengerti," kata Lily menirukan ucapan Gus Dur.

Lalu apa yang dikatakan Gus Dur kepada Raja Fahd? Gus Dur ketika itu hanya berkata; " Raja Fahd adalah satu-satunya orang arab yang tidak beristri dua."

Cerita lainnya...

1 dari 1 halaman

Dilarang Bersetubuh

Masih soal ketawa geli raja Arab Saudi. Kali ini cerita itu datang dari Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

" Waktu itu ketika sudah pulang dari Arab, Bapak mendapat surat dari rakyat Arab. Isinya, yang mulia, apa yang mulia katakan sehingga semua rakyat Arab bisa melihat gigi Raja," ujar Sinta Nuriyah Wahid.

" Bapak mengatakan kepada Raja, yang mulia, rakyat Indonesia banyak pintar bahasa Arab. Tapi berbeda dengan bahasa Arab disini, tapi bahasa Arab kitab, bukan komunikasi sehari hari," kata sinta menuturkan Gus Dur.

Memang ada perbedaan bahasa kitab yang digunakan para santri di pesantren dengan bahasa sehari hari. Nah, suatu ketika jamaah haji Indonesia membaca tulisan mamnu'uddukhul pada sebuah ruangan. Tulisan itu berarti dilarang masuk.

Tapi sang jamaah menafsirkannya berbeda. Mamnu'uddukhul menurut versi kitab fiqih berarti dilarang bersetubuh.

" Komentar orang Indonesia itu, orang Arab memang keterlaluan, masa melakukan hal seperti itu di tempat seperti ini. Jadi Raja Arab itu ketawa ngakak," ujar Sinta sambil tertawa.

Beri Komentar