Hikmah di Balik Sholat Fardhu Lima Waktu

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 6 September 2018 09:02
Hikmah di Balik Sholat Fardhu Lima Waktu
Ulama menggambarkan sholat lima waktu sebagai sarana manusia untuk merenungi fase kehidupan.

Dream - Setiap hari, umat Islam diperintahkan untuk sholat fardhu. Dalam sehari, ibadah wajib ini dijalankan selama lima waktu.

Sekilas, waktu pelaksanaan sholat terkesan tidak tertata. Contohnya, jarak antara Subuh dengan Zuhur begitu panjang, sementara Zuhur dengan Ashar.

Sedangkan waktu Maghrib dengan Isya tidak terlalu panjang kurang lebih satu jam. Mengapa demikian?

Dikutip dari Islami.co, Ibrahim Al Baijuri memiliki penjelasan mengenai hal ini. Menurut Al Baijuri, sholat fardhu merupakan gambaran kehidupan manusia.

Waktu Subuh yaitu terbitnya fajar merupakan gambaran tentang kelahiran. Zuhur ditandai condongnya matahari sedikit ke barat setelah berada tepat di tengah menggambarkan fase dewasa manusia.

 

1 dari 1 halaman

Fase Tua, Mati, dan Sarana Bersyukur

Dream - Ashar ditandai dengan menjoroknya matahari merupakan gambaran masa tua. Maghrib yang bersamaan dengan tenggelamnya matahari digambarkan sebagai fase kematian manusian.

Sedangkan waktu Isya yang tidak ada cahaya merupakan gambaran tentang kefanaan. Seluruh gambaran tersebut merupakan pengingat manusia tentang alur kehidupan.

Sedangkan Fakhrudin Ar Razi menjelaskan Subuh adalah waktu bagi manusia untuk bersyukur atas nikmat bisa melihat kembali terang usai gelap. Saat Subuh, manusia terbangun dari tidur, menggambarkan kehidupan kembali.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Wahbah Al Zuhaily. Dalam pandangan Zuhaily, sholat fardhu merupakan sarana pengingat Allah SWT sejak pagi hingga malam hari.

Selengkapnya... 

Beri Komentar