Hobi Mulia Dua Mahasiswa Tampan: Cuci Baju Gelandangan

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 19 November 2014 09:29
Hobi Mulia Dua Mahasiswa Tampan: Cuci Baju Gelandangan
Keduanya tidak memungut biaya sepeser pun.

Dream - Bisnis laundry alias tukang cuci sudah menjamur di kota-kota di Indonesia. Hal serupa juga terjadi di Australia.

Tarif laundry ada yang murah ada yang selangit. Banyak juga masyarakat kurang mampu, seperti tunawisma, yang tidak mampu membayar jasa laundry.

Namun usaha dua mahasiswa tampan di Brisbane, Australia menyediakan laundry keliling untuk para tunawisma alias gelandangan patut diacungi jempol.

Lucas Patchett dan temannya, Nicholas Marchesi, menyulap sebuah mobil van tua menjadi laundry keliling bagi sekitar 300-an tunawisma di Central Business District kota Brisbane secara gratis.

Ide itu mereka dapat setelah mereka liburan di luar negeri. Ketika pulang pada Juli lalu, mereka langsung tancap gas dan mendirikan jasa laundry bernama Orange Sky Laundry.

Setelah membeli sebuah mobil van tua, mereka mendapat bantuan dua mesin cuci besar dan dua pengering. Orange Sky Laundry mampu mencuci dan mengeringkan 20 kilogram pakaian dalam waktu satu jam.

Hobi Mulia Dua Mahasiswa Tampan: Cuci Baju Gelandangan© odditycentral.com

" Yang paling sulit adalah memasukkan mesin cuci ke dalam mobil. Kami harus banyak melakukan perubahan di dalam interior mobil agar mesin cuci bisa pas," kata Lucas.

Lucas mengatakan untuk mencuci, air diambilkan dari pompa air di taman-taman atau pusat bisnis lainnya. Orange Sky Laundry beroperasi lima hari dalam seminggu.

Untuk sementara laundry keliling yang bersifat uji coba ini hanya melayani lima titik di distrik tersebut. Saat ini biaya cuci pakaian di laundry di Brisbane adalah AUD 5 hingga AUD 6.

" Untuk sementara memang terlihat berantakan tapi setelah orang-orang mengerti maksudnya, kami mendapat tanggapan positif."

Lucas berencana menjadikan kelompok penjual makanan lokal sebagai mitra Orange Sky Laundry. Dengan demikian, para tunawisma bisa makan sambil menunggu pakaian mereka dicuci.

Lucas mengakui sulit menyesuaikan jadwal dengan tunawisma karena mereka terlihat ragu-ragu pada awalnya. Namun setelah Lucas mengajak bicara, mereka sangat senang dan antusias dengan jasa cuci pakaian gratis yang ditawarkan. Lucas sangat senang bisa berbagi dengan orang-orang seperti mereka.

Lucas dan Nicholas berharap bisa menyediakan laundry keliling gratis ini hingga akhir 2015. Mereka juga berharap mendapat banyak dukungan, terutama dari anak-anak sekolah.

" Tujuan utama saya adalah meningkatkan standar kesehatan dan kebersihan para tunawisma," kata Lucas. Dan itu nampaknya sudah berhasil.

(Ism, Sumber: odditycentral.com)

 

Beri Komentar