Ike Yunita
Dream- Ike Yunita. Sejak kecil dia sudah mulai belajar bejualan bersama orangtuanya. Ike selalu belajar untuk menjadi seorang pengusaha muda yang sukses, meski sudah lulus D3 dia tetap berjualan bersama kedua orangtuanya.
Pada Januari 2012, Ike mulai memberanikan diri untuk berjualan dengan modal sendiri. Karena berjualan di pasar pagi, Ike harus berangkat pagi buta untuk memulai usahanya. bahkan pada tahun ini Ike membuka usaha baru untuk kedua orangtuanya serta kakek dan neneknya.
Baca kisah inspiratif Ike, peserta Dream Girls 2015 asal Karawang. Jika kalian suka dengan kisah berikut ini, berikan vote untuk Ike Yunita DI SINI.
Hidup di dunia ada suka ada duka dan penuh dengan warna keindahan. Allah Berfirman dalam Surat Al-Insyiraah ayat 5-6. Bunyinya seperti ini " Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan" .
Kemudian ada kutipan dari RA Kartini yang membuat saya terinspirasi “ Tiada awan di langit yang tetap selamanya, tiada mungkin terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam" . Kedua kalimat tersebut membuat saya yakin, tegar, semangat dan pantang menyerah.
Awalnya dari saya duduk di sekolah dasar sudah mulai belajar berjualan, hingga SMP, SMK dan lulus D3 saya merasa ingin belajar terus mencoba hal-hal yang baru hingga terus mencari cara bagaimana bisa menjadi pengusaha muda sukses.
Pada Januari 2012 menjadi pengalaman pertama dalam hidup saya untuk membuka lapak kecil di pasar pagi Galuh Mas Karawang setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 – 11.00 WIB.
Saya berjualan aksesoris, suvenir pernikahan dan pernak–pernik hijab, semua terasa sangat menyenangkan walaupun panasnya terik matahari, hujan, debu semua sudah menjadi teman. Dari hasil berjualan saya berharap bisa bermanfaat untuk keluarga dan bisa bermanfaat bagi sesama muslim.
Di samping itu saya memiliki mimpi besar dan ingin keliling Indonesia bersama orangtua juga keluarga. Saya ingin melihat keindahan alam yang Allah ciptakan begitu menakjubkan, dan pada Agustus 2012 saya diterima kerja disebuah instansi pemerintah. Saat itu, saya bisa bekerja sambil kuliah.
Mungkin saat itu saya sudah tidak ingin menjadi beban keluarga justru ingin memberikan hasil kerja keras dan keringat untuk orangtua dan keluarga.
Alhamdulillah setelah empat tahun berjalan dengan kesibukan kuliah, kerja dan berjualan saya bisa membukakan usaha gerai pulsa untuk ibu di rumah dan memberikan modal usaha kios untuk nenek dan kakek karena saya terlahir dari keluarga yang sederhana.
Dari kecil saya sudah terbiasa hidup penuh dengan keterbatasan namun semua itu tidak menjadikan saya patah semangat. Beranjak dari keluarga sederhana itu akhirnya bisa belajar bagaimana menjadi wanita yang mandiri dan tangguh.
Dari hasil bekerja, di samping untuk membayar kuliah saya juga masih harus menabung karena memiliki cita-cita besar dan berpikir bagaimana cara mewujudkannya.
Pada Januari 2015 alhamulillah Maha Besar Allah sambil meneteskan air mata dan merasa seperti mimpi, Allah telah mengizinkan saya untuk melaksanakan ibadah umroh, semua seperti tidak mungkin tapi Nothing Imposible In This World ketika kita memaksimalkan ikhtiar dan doa.
Hingga saat ini saya masih melanjutkan kuliah S1 jurusan Sistem Informasi di sebuah universitas di Karawang dan terus mencari serta mencoba hingga bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama umat.
Sebelum menikah saya hanya ingin meninggalkan jejak yang baik kepada keluarga dan ingin terus memberikan manfaat bagi sesama umat manusia walaupun saya dilahirkan dari keluarga yang penuh dengan keterbatasan dan kesederhanaan tetapi cita-cita Ike luas seluas samudera.
Untuk sahabat-sahabat yang ada diseluruh Indonesia jangan pernah malu untuk menjadi seorang pedagang jangan merasa minder atau gengsi karena hidup di dunia hanya sekali waktu tidak pernah menunggu dan detik tidak pernah kembali.
Kesuksesaan itu ada untuk kita dan kesempatan itu datang kepada orang-orang yang siap. Jadilah Kartini Indonesia di masa kini bahwa perjuangan Kartini dan pejuang kemerdekaan lainnya masih jauh dari kata selesai dan tugas kita untuk melanjutkannya.
“ Nyalakan kembali api Kartini”. Semangat Indonesia jadilah wanita yang tangguh, percaya diri, tegar dan berwibawa.
