Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kitab Sahih Bukhari (Al Arabiya)
Dream - Imam Muhammad Al Bukhari merupakan salah satu ulama hadis yang paling terkemuka dalam sejarah Islam. Kitabnya, Sahih Bukhari, yang mendokumentasikan ucapan, perbuatan, dan kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW, menjadi rujukan utama dalam sejarah literasi Islam.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bukhari. Dia lahir pada 194 H atau 810 M di Bukhara, saat ini menjadi wilayah Uzbekistan.
Ayahnya meninggal saat dia masih kecil, sehingga dia dibesarkan oleh ibunya sebagai yatim. Sang ibu mendidiknya dengan pengetahuan yang cukup hingga Bukhari kecil memiliki minat yang tinggi di bidang ilmu pengetahuan.
Saat masih anak-anak, dia memiliki penyakit di matanya yang berpotensi membuatnya buta, namun akhirnya bisa sembuh.
Bukhari kecil dikenal sangat cerdas dan memiliki daya ingat yang kuat. Kelebihan inilah yang memudahkan dia dalam mengingat dan mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah.

Kitab Sahih Bukhari dalam Berjilid-jilid Edisi (Al Arabiya)
Selama masa mudanya, Bukhari hafal Alquran dan mempelajari dasar-dasar agama. Dia sudah hafal ribuan hadis saat masih muda.
Suasana Bukhara, yang kala itu merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, turut membantunya dalam belajar. Dia kerap menghadiri pertemuan dengan para ilmuwan dan ulama.
Saat berusia 16 tahun, Bukhari bersama ibu dan saudara berkunjung ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan tinggal di sana untuk menambah pengetahuan. Dia tinggal di Kota Suci Mekah selama enam tahun dan mulai mengumpulkan hadis.
Kemudian, Bukhari bepergian ke banyak kota dengan alasan yang sama, dari Bagdad ke Kufah, Damaskus, Mesir, Khorasan, dan lain-lain. Dia belajar tanpa kenal lelah dan berusaha mengumpulkan lebih banyak hadis.
Bukhari tidak akan menulis satupun hadis tersebut sampai dia mengambil wudhu dan sholat sunah dua rakaat.
Dalam mengumpulkan hadis, dia menggunakan pendekatan yang sangat ketat dengan cara menanyakan perawi dan rujukannya. Dia menjadi lambang ketelitian dalam klasifikasi hadis.
Selain rujukan dasar Sahih Bukhari yang dia buat dari para perawi, dia mengklasifikasikan lebih dari 20 kitab, termasuk 'Rujukan Ganjil' dan 'Sejarah Besar'. Dia juga mengklasifikasikan kitab 'Sejarah Kecil' yang memuat riwayat singkat Rasulullah dan para sahabat dan para perawi setelahnya.

Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan (Al Arabiya)
Al Jamaah Al Sahih atau lebih dikenal Sahih Bukhari merupakan kitab klasifikasi hadis pertama tentang abstraksi yang benar dan dianggap sebagai bukti tentang keinginan, ketulusan, dan kecerdasan. Butuh 166 tahun untuk menempuh perjalanan sulit lintas negara.
Ide penyusunan kitab ini muncul dari Ishak Ibnu Rahawi. Ibnu Rahawi adalah guru dan profesor yang mengajar Bukhari, seorang ulama di Nishapur.
" Saat aku bersama Ishak Ibnu Rahawi, dia mengatakan: Jika Anda mengumpulkan dalam sebuah kitab tentang norma-norma yangg benar dari Nabi Muhammad SAW. Jadi, saya setuju dengan ide itu dan mulai mengumpulkan Al Jamaah Al Sahih." ucap Bukhari dalam pengantar Sahih Bukhari.
Kitab itu tidak segera terbit karena Bukhari harus merevisi dan memeriksa ulang semua hadis yang dia terima. Hingga akhirnya ada 7.275 hadis yang dia bukukan dari 600.000 hadis yang dia dapat. Bukhari bekerja sangat keras memeriksa ulang kebenaran riwayat hadis.
(ism, Sumber: alarabiya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya