Mengenal Bukhari, Ahli Hadis Rujukan Utama para Ulama

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Juni 2017 03:12
Mengenal Bukhari, Ahli Hadis Rujukan Utama para Ulama
Bukhari merupakan ahli hadis yang karyanya menjadi salah satu rujukan utama bagi dunia literasi Islam.

Dream - Imam Muhammad Al Bukhari merupakan salah satu ulama hadis yang paling terkemuka dalam sejarah Islam. Kitabnya, Sahih Bukhari, yang mendokumentasikan ucapan, perbuatan, dan kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW, menjadi rujukan utama dalam sejarah literasi Islam.

Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al Bukhari. Dia lahir pada 194 H atau 810 M di Bukhara, saat ini menjadi wilayah Uzbekistan.

Ayahnya meninggal saat dia masih kecil, sehingga dia dibesarkan oleh ibunya sebagai yatim. Sang ibu mendidiknya dengan pengetahuan yang cukup hingga Bukhari kecil memiliki minat yang tinggi di bidang ilmu pengetahuan.

Saat masih anak-anak, dia memiliki penyakit di matanya yang berpotensi membuatnya buta, namun akhirnya bisa sembuh.

Bukhari kecil dikenal sangat cerdas dan memiliki daya ingat yang kuat. Kelebihan inilah yang memudahkan dia dalam mengingat dan mengumpulkan hadis-hadis Rasulullah.

Kitab Sahih Bukhari

Kitab Sahih Bukhari dalam Berjilid-jilid Edisi (Al Arabiya)

Selama masa mudanya, Bukhari hafal Alquran dan mempelajari dasar-dasar agama. Dia sudah hafal ribuan hadis saat masih muda.

Suasana Bukhara, yang kala itu merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, turut membantunya dalam belajar. Dia kerap menghadiri pertemuan dengan para ilmuwan dan ulama.

Saat berusia 16 tahun, Bukhari bersama ibu dan saudara berkunjung ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan tinggal di sana untuk menambah pengetahuan. Dia tinggal di Kota Suci Mekah selama enam tahun dan mulai mengumpulkan hadis.

Kemudian, Bukhari bepergian ke banyak kota dengan alasan yang sama, dari Bagdad ke Kufah, Damaskus, Mesir, Khorasan, dan lain-lain. Dia belajar tanpa kenal lelah dan berusaha mengumpulkan lebih banyak hadis.

Bukhari tidak akan menulis satupun hadis tersebut sampai dia mengambil wudhu dan sholat sunah dua rakaat.

Dalam mengumpulkan hadis, dia menggunakan pendekatan yang sangat ketat dengan cara menanyakan perawi dan rujukannya. Dia menjadi lambang ketelitian dalam klasifikasi hadis.

Selain rujukan dasar Sahih Bukhari yang dia buat dari para perawi, dia mengklasifikasikan lebih dari 20 kitab, termasuk 'Rujukan Ganjil' dan 'Sejarah Besar'. Dia juga mengklasifikasikan kitab 'Sejarah Kecil' yang memuat riwayat singkat Rasulullah dan para sahabat dan para perawi setelahnya.

Makam Imam Bukhari

Makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan (Al Arabiya)

Al Jamaah Al Sahih atau lebih dikenal Sahih Bukhari merupakan kitab klasifikasi hadis pertama tentang abstraksi yang benar dan dianggap sebagai bukti tentang keinginan, ketulusan, dan kecerdasan. Butuh 166 tahun untuk menempuh perjalanan sulit lintas negara.

Ide penyusunan kitab ini muncul dari Ishak Ibnu Rahawi. Ibnu Rahawi adalah guru dan profesor yang mengajar Bukhari, seorang ulama di Nishapur.

" Saat aku bersama Ishak Ibnu Rahawi, dia mengatakan: Jika Anda mengumpulkan dalam sebuah kitab tentang norma-norma yangg benar dari Nabi Muhammad SAW. Jadi, saya setuju dengan ide itu dan mulai mengumpulkan Al Jamaah Al Sahih." ucap Bukhari dalam pengantar Sahih Bukhari.

Kitab itu tidak segera terbit karena Bukhari harus merevisi dan memeriksa ulang semua hadis yang dia terima. Hingga akhirnya ada 7.275 hadis yang dia bukukan dari 600.000 hadis yang dia dapat. Bukhari bekerja sangat keras memeriksa ulang kebenaran riwayat hadis.

(ism, Sumber: alarabiya)

Beri Komentar