Istri Hamil Tua Suami Siksa Orang Buta, Bayinya Lahir Begini

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 7 April 2016 06:06
Istri Hamil Tua Suami Siksa Orang Buta, Bayinya Lahir Begini
Si suami tertunduk lesu. Air mata mulai membasahi pipinya. Bayangan orang buta yang ia kerjai muncul dalam benaknya

Dream - Bagaimana jika seorang suami menyiksa orang buta saat istrinya hamil tua? Kisah ini patut menjadi pelajaran bagi kita semua.

Malam itu, si suami begadang bersama teman-temannya. Pembicaraan mereka tak ada ujung pangkalnya.

Sekadar gosip dan celometan disertai lelucon. Seperti biasa, pria berusia 30 tahun itu mendominasi forum dan paling sering membuat teman-temannya tertawa.

Di saat seperti itu, seorang buta lewat di dekat mereka. Secara reflek, timbul keinginan sang suami mengerjai orang itu.
 Ia menjulurkan kakinya tepat di depan orang buta itu.

Bruakkk,” orang buta itu terjatuh seketika.
Ha ha ha,” teman-teman si suami tertawa terbahak-bahak.

Kaget dan kesakitan bercampur jadi satu. Dengan susah payah orang buta itu berusaha bangkit. “ Kau telah mengerjai orang yang tidak bisa melihat, semoga Allah memberikan balasan yang setimpal kepadamu!”

Kemarahan orang buta itu tidak membuat si sumai menyesal dan minta maaf. Ia kembali bergabung dengan teman-temannya.

Setelah malam sangat larut, barulah forum itu bubar. Setibanya di rumah, ia mendapati istrinya yang tengah hamil tua sedang kesakitan.

“ Kamu dari mana saja, Bang?”
“ Biasa. Bersenang-senang bersama teman-teman,” jawabnya dengan enteng.
“ Aku merasakan sakit sekali, kontraksi makin sering, mungkin mau melahirkan malam ini.”

Segera ia bawa istrinya ke rumah sakit.

Sudah beberapa jam, bayi mereka belum juga lahir. Si sumai yang mulai bingung berpamitan sementara kepada perawat sembari menyerahkan nomor teleponnya jika sewaktu-waktu perlu dihubungi.

Tak berapa lama di rumah, teleponnya berdering. Rumah Sakit mengabarkan anaknya telah lahir.

“ Di mana istri dan anak saya, Suster?”
“ Anda diminta untuk bertemu dokter dulu, Pak”
“ Tidak, aku harus menemui istri dan melihat anakku dulu”
“ Dokter meminta Anda menemuinya dulu, Pak” Abu Salim hampir saja marah. Namun ia kemudian menuruti permintaan itu.

“ Anak Anda mengalami cacat berat di kedua matanya. Mungkin ia akan kehilangan penglihatannya,” kata Dokter, bagaikan petir di siang bolong.

“ Apa, Dok? Anak saya akan buta?”
“ Aku berharap engkau sabar dengan ketentuan Allah”
“ Tidak! Anak saya tidak boleh buta!”
“ Sabar, Pak. Bersabarlah dengan ketentuan Allah”

Si suami tertunduk lesu. Air mata mulai membasahi pipinya. Bayangan orang buta yang ia kerjai muncul dalam benaknya.

“ Ya Allah… inikah balasannya…” Makin deras, ia tak mampu membendung derai air matanya.

Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Si Pezina dan Pemabuk: Orang-orang Saleh Akan Salatkan Jasadku

Dream - Ada sebuah kisah menarik dari Sultan Murad IV, Sultan Kekaisaran Ottoman yang hidup tahun 1623-1640.

Ia memang dikenal sering menyamar dan kemudian berbaur di tengah-tengah rakyat, untuk melihat secara langsung kehidupan negerinya.

Hingga pada suatu malam, ia dan pembantunya pergi jauh dari istana. Saat tengah berjalan, Sultan menemukan seorang pria tergeletak di tanah.

Sultan memegang lelaki itu, tapi ternyata dia sudah mati. Pada saat itu, tak ada orang yang peduli dengan kondisi mayat. Orang-orang di sekitarnya tampak sibuk dengan dirinya sendiri.

Akhirnya Sultan berseru. Karena suaranya yang keras, semua orang melirik dan memperhatikannya.

Tapi tidak ada yang mengenali bahwa itu Sultan. " Mengapa orang ini tergeletak mati di tanah dan mengapa tidak ada yang peduli? Dimana keluarganya?" tanyanya dengan suara lantang.

Orang-orang menjawab; " Dia memang begitu, dia seorang pemabuk dan pezina!"

Sultan mengatakan; " Apakah dia bukan dari umat Muhammad SAW? Sekarang, bantu aku membawanya ke rumahnya!"

Orang-orang bersama Sultan membawa jenazah lelaki itu ke rumahnya. Setelah mereka sampai di sana, orang-orang pergi kembali. Namun Sultan dan para pembantunya tetap tinggal. Ketika istri si pria itu melihat mayat suaminya, dia mulai menangis.

Dia berkata kepada si mayat; " Allah merahmatimu! Aku bersaksi bahwa kamu adalah seorang lelaki yang saleh" .

Sultan bingung. " Bagaimana Anda bisa mengatakan bahwa suami Anda ini saleh padahal orang-orang mengatakan hal-hal ini dan itu tentang dia. Begitu banyak orang yang mengatakan soal buruk tentang suami Anda sehingga tidak ada yang peduli bahkan ketika dia sudah meninggal?" tanya Sultan heran.

Si istri menjawab; “ Saya hanya mendoakannya. Suami saya setiap malam pergi ke kedai dan membeli anggur sebanya-banyaknya. Dia kemudian akan membawanya pulang dan menuangkan semua anggur-anggur itu ke tanah tanpa dia minum sedikitpun" .

Dia kemudian selalu mengatakan; 'Aku menyelamatkan umat Islam sedikit hari ini'. Dia kemudian akan pergi pada pelacur, memberinya uang dan menyuruhnya menutup pintu sampai pagi. Dia kemudian akan kembali ke rumah untuk kedua kalinya dan berkata; 'Hari ini aku menjaga seorang wanita muda dan remaja dari orang-orang yang akan memberinya hina'.

Orang-orang selama ini memang hanya melihat dia membeli anggur dan mereka terbiasa melihat dia pergi ke rumah pelacuran dan mereka mencemoohnya.

Suatu hari si sitri berkata kepada suaminya itu; " Kalau kau mati, tidak akan ada satu orang pun yang akan memandikanmu, tidak akan ada yang mensalatkanmu dan tidak akan ada yang menguburkanmu!"

Si suami tertawa dan menjawab; " Jangan takut, Sultan bersama dengan orang-orang saleh akan mensalatkan jenazahku" .

Sultan mulai menangis. " Demi Allah! Dia mengatakan kebenaran, karena aku adalah Sultan Murad. Besok kita akan memandikannya, mensalatkannya dan menguburkannya" .

Esoknya, kisah selengkapnya klik di sini. (Ism) 

2 dari 3 halaman

Beginilah Keadaan Mayat Setelah Dikuburkan

Dream - Tahukah kalian bagaimana keadaan mayat setelah ia dikuburkan? Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ada berbagai macam keadaan mayat di dalam kuburnya. Misalnya ada yang menangis dan tertawa, serta ada yang disempitkan dan dilapangkan kuburnya.

Sebelum mayat mengalami peristiwa-peristiwa di alam kuburnya seperti pertanyaan dari malaikat, mendapatkan azab atau nikmat kubur dan lain sebagainya.

Ternyata mayat sudah mengalami hal-hal ghaib yang tidak mampu ditangkap oleh panca indra manusia. Misalnya pada saat jenazah dikebumikan, maka orang-orang disekitarnya tidak bisa mengetahui apa yang dialami oleh saudaranya yang telah makan tersebut.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda; “ Apabila jenazah telah dibawa oleh orang-orang di atas pundak-pundak mereka (menuju kubur), seandainya pada masa hidupnya ia adalah orang yang shalih, ia akan mengatakan, “ Segerakanlah aku!! segerakanlah aku!!”

Namun jika ia dahulu orang yang tidak shalih, ia akan mengatakan, “ Celaka! Hendak kemana kalian membawa jenazah ini! Seluruh makhluk mendengar suara tersebut kecuali manusia, andaikata seseorang mendengarnya, pasti dia akan pingsan.” (HR. Bukhari, no. 1314)

Di mana pada saat itu posisi mayat sangat dekat dengan orang-orang yang masih hidup yaitu dipikul di atas punda-pundak pembawa jenazah, namun hal itu tidak membuat orang-orang disekitarnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh si mayat disebabkan dimensi mereka sudah berbeda.

Kemudian dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Sesungguhnya apabila mayat telah dikuburkan, maka dia mendengar derap alas kaki orang yang mengantarkannya ketika kembali dari tempat pemakaman.

Dan jika ia seorang mukmin, maka ibadah salatnya akan berada di kepalanya, ibadah puasanya berada disamping kanannya dan zakat di sebelah kirinya. Sedangkan seluruh perbuatan baiknya seperti sedekah, silahturahim, damalan yang ma'ruf dan perlakuan baiknya akan berada di kedua kakinya.

Kemudian ia didatangi dari arah kepalanya, maka amalan salatnya berkata " Tidak ada tempat dari arahku (untuk mengganggu orang ini)" . Lalu ia juga didatangi dari sebelah kanan sehingga amalan puasanya pun berkata, " Tidak ada tempat dari arahku." Selanjutnya ia kembali didatangi dari arah-arah lainnya, namun semuanya mengatakan hal yang sama, " Tidak ada tempat dari arahku" .     

Selanjutnya dikatakan kepadanya, " Duduklah dengan tenang" . Kemudian orang mukmin itu duduk dan ia diibaratkan seperti matahari yang tenggelam. Dan para malaikat akan bertanya kepadanya, " Apa yang telah kamu katakan tentang lelaki yang diutus kepada kalian (maksudnya adalah Nabi Muhammad) ? Lantas apa yang engkau persaksikan atasnya ? Maka orang mukmin itu menjawab, " Berilah aku kesempatan untuk mengerjakan salat terlebih dahulu."  

Kemudian dikatakan kepadanya, " Engkau boleh mengerjakannya, namun jawablah terlebih dahulu pertanyaan yang kami ajukan kepadamu. Apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berada ditengah-tengahmu, lantas apa komentarmu ? Apa yang engkau persaksikan atasnya ?"   Maka orang mukmin itu menjawab, " Lelaki itu adalah Muhammad, aku bersaksi bahwa dia itu Rasulullah, dan dia telah datang kepada kami dengan membawa kebenaran dari sisi Allah SWT."   Kemudian dikatakan kepada mayat itu, " Kamu benar, dan kamu telah hidup berdasarkan keyakinan ini, dan meninggal dunia juga dengan keyakinan ini dan akan dibangkitkan berdasarkan keyakinan ini Insya Allah."   Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu surga, dan dikatakan kepadanya, " Inilah tempat tinggalmu dan segala isinya telah dipersiapkan Allah untukmu. Oleh karena itu sang mayit pun merasa lebih bahagia dan gembira.   Kemudian setelah itu dibukakan untuknya salah satu dari beberapa pintu neraka, sambil dikatakan bahwa " Inilah tempat tinggalmu dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah jika kamu berbuat maksiat kepadanya. Maka ia akan semakin merasa bergembira dan bahagia karena tidak termasuk golongan ahli maksiat.   Selanjutnya kuburan si mayat itu dilapangkan sepanjang 70 hasta, dan diberikan lampu penerang dan jasadnya pun dikembalikan seperti semula kemudian ruhnya diletakkan ke dalam burung yang bertengger di atas pohon dalam surga.    Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,  " Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan al qauluts tsabit (ucapan yang teguh) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS.Ibrahim: 27).   Akan tetapi jika si mayat tersebut adalah seorang kafir, maka ia akan didatangi dari arah kuburnya dan tidak ditemukan sesuatu apapun yang bisa melindunginya. Dan begitu selanjutnya dari arah lainnya. Maka dikatakan kepadanya " Duduklah" . Lantas ia pun duduk dengan perasaan takut dan gelisah. Kemudian ditanyakan kepadanya, " ‘Apa yang dulu kamu katakan tentang laki-laki yang berada di tengah-tengah kalian?"   Dimana pada saat itu ia telah diberi petunjuk tentang nama lelaki tersebut, yaitu Nabi Muhammad SAW. Namun orang kafir itu pun menjawab " Aku tidak tahu, memang dulu aku mendengar orang-orang telah mengatakan sesuatu, maka aku pun ikut-ikutan mengatakan apa yang mereka katakan."   Setelah itu dikatakan kepadanya, " Berdasarkan ketidaktahuan inilah kamu menjalani hidup, dan berdasarkan keraguan inilah kamu mati, dan berdasarkan keraguan inilah kamu akan diabngkitkan dari kubur, Insya Allah" .   Setelah itu dibukakan untuknya salah satu pintu neraka dan dikatakan kepadanya, " Inilah tempat tinggalmu di neraka dengan segala isinya yang telah dipersiapkan Allah untukmu." Sehingga ia merasa rugi dan menyesal. Selanjutnya dibukakan untuknya salah satu dari pintu-pintu surga dan dikatakan kepadanya. Dan inilah tempat tinggalmu di surga jika kamu taat kepada Allah SWT. Sehingga semakin menyesal dan merugilah si mayit tersebut."   Selanjutnya disempitkan kuburannya hingga tulang-tulang rusuknya saling bertindih dan menjadi ringsek. Dan itulah kehidupan sempit yang telah disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya,    " Dan barangsiapa berpaling dari peringatanku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit." (QS.Thaha: 124).” [ HR. Ibnu Hibban, 777; Mawarid al-Hakim, 1/379.]

3 dari 3 halaman

Kisah Nyata Pemandi Jenazah: Mayat Itu Meneteskan Air Mata

Dream - Sungguh mulia pekerjaan yang dijalani wanita berusia 70 tahun ini. Puluhan tahun Hj Siti Hawa Gofar menjadi pemandi jenazah.

Siti yang berasal dari Lampung, melakoni pekerjaan itu selama 30 tahun. Profesi itu tidaklah asing baginya. Sebab, almarhumah sang ibu dulu juga berprofesi serupa.

Dari situ, Siti mulai ikut bersama ibunya dan belajar memandikan jenazah. Sekarang, ia bergabung dengan paguyuban pemandi jenazah di Masjid Baiturahman.

Diakui Siti, untuk memandikan jenazah hingga benar-benar bersih, perlu waktu agak lama. Mulai dari ujung rambut, sampai ujung kuku, bisa memakan waktu satu hingga 1,5 jam.

Terpenting pula, jenazah yang dimandikan harus sejenis, yakni perempuan.

Ia mengaku ada pengalaman yang berkesan selama mengurus jenazah.

Kala itu, ada jenazah yang mengeluarkan air mata saat dimandikan Siti. Ia langsung usap matanya dan membisikkan ayat suci Alqurana agar si jenazah dapat ikhlas dengan kepergiannya.

Biasanya, sebelum mendapat job memandikan jenazah, Siti sering mendapatkan firasat. Misalnya bermimpi pada malam hari, didatangi oleh jenazah yang bersangkutan. “ Paginya, yang bersangkutan meninggal dunia,” tuturnya.

Kini, Siti sudah tidak terlalu aktif lagi menjadi pekerjaan itu. Dia bersyukur, sudah mulai banyak generasi penerusnya yang muncul.

Ulasan selengkapnya klik di sini.

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri