Agar Perempuan Bisa Taklukkan Era Digital

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 30 Juli 2019 19:11
Agar Perempuan Bisa Taklukkan Era Digital
"Tantangan terbesar di era digital adalah distraksi teknologi".

Dream - Penggunaan gadget telah mengisi kegiatan sehari-hari kita. Walau bagaimanapun, kini semua orang menggunakannya untuk mengakses internet, berkomunikasi, bekerja dan lain-lain.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil penelitian Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) pada 2018, di mana dari total 256,2 juta orang Indonesia, sekitar 143,26 jutanya adalah pengguna internet dengan mayoritas perempuan.

Meski memberikan banyak manfaat, penggunaan internet memiliki dampak negatif, yaitu menurunnya produktivitas dan terganggunya kesehatan mental.

" Media sosial bisa jadi platform yang baik jika digunakan dengan tepat dan tidak berlebihan. Media sosial bisa jadi tempat menampilkan identitas diri," ujar Vera Itabiliana, Psikolog Anak dan Remaja di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 30 Juli 2019.

 Marina #SemakinBersinar

Dampak tersebut juga dirasakan Woman Techpreneur, Aulia Halimatussadiah. " Tantangan terbesar di era digital adalah distraksi teknologi. Banyak pesan, email dan notifikasi yang harus dibalas," jelasnya.

Ia pun menyiasati hal tersebut dengan mengatur waktu pemakaian gadget, " Biasanya pagi saya gunakan untuk fokus berkarya. Dari siang ke sore, saya bisa menggunakan teknologi untuk berkomunikasi."

Untuk mengimbangi pemakaian gadget, brand lokal Marina mengadakan program youth women empowerment tahunan yaitu Marina Beauty Journey 2019 #SemakinBersinar.

 Marina #SemakinBersinar

Foto: Instagram.com/sahabatmarina

Program tersebut mengajak perempuan muda untuk bergabung melalui platform pendaftaran online dan mengikuti rangkaian program offline seperti kelas edukatif di Yogyakarta, Surabaya, Bandung dan Bali.

" Kami ingin menghadirkan solusi untuk mengedukasi perempuan Indonesia dalam memaksimalkan potensi mereka di era ini. Kelasnya nanti akan diisi Mawar de Jongh serta Ardhito Pramono sebagai penyanyi, Uchita Pohan sebagai public speaking coach dan lain-lain," tutup Elfia Rahma, Senior Manager Brand Investment & Consumer Engagement Marina.

1 dari 4 halaman

Awas! Main Ponsel 5 Jam Sehari Bikin Gendut

Dream - Ponsel sudah tidak bisa dipisahkan dari aktivitas manusia. Mulai komunikasi, belanja, hingga refreshing, dilakukan lewat layar gawai.

Tapi bagi kalian yang sedang berusaha memangkas berat badan, coba alat yang satu ini. Bila tidak, usaha kerasmu untuk menurunkan berat badan bakal sia-sia.

Penelitian tim Simon Bolivar University, Kolombia, mnyatakan bahwa 43 persen orang yang menghabiskan lima jam atau lebih di depan ponsel kemungkinan besar mengalami obesitas.

" Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar ponsel akan mengurangi aktivitas fisik," ujar Prof Mantilla-Morron, dokter spesialis jantung, paru, dan rehabilitasi vaksular, Simon Bolivar University, dikutip dari Misskyra.com, Selasa 30 Juli 2019.

" Sehingga meningkatkan risiko kematian dini, diabetespenyakit jantung, berbagai jenis kanker dan gejala muskuloskeletal," tambah dia.

2 dari 4 halaman

Ancaman Obesitas

Studi ini dilakukan sejak Juni hingga Desember 2018, dengan paristipan 1.060 mahasiswa di Simon Bolivar University. Usia rata-rata mereka adalah 19 dan 20 tahun.

Lebih dari 25 persen peserta kelebihan berat badan dan hampir lima persen mengalami obesitas karena menghabiskan lebih dari lima jam menggunakan ponsel.

3 dari 4 halaman

Wanita Lebih Mungkin Mengalami Kegemukan

Sambil menggunakan ponsel, mereka juga cenderung mengonsumsi minuman manis dan makanan cepat saji, serta tidak melakukan aktivitas fisik.

Menariknya, wanita yang menggunakan ponselnya lebih dari lima jam dua kali lebih mungkin mengalami kegemukan dibandingkan pria.

" Penting untuk mengetahui dan menyadari bahwa meskipun teknologi sangat mempermudah kebutuhan kita, hal itu juga harus digunakan untuk menunjang kebiasaan serta hidup sehat,"  ujar Mantilla-Morron.

4 dari 4 halaman

Cara Mudah Batasi Penggunaan Gadget

Dream - Semua orang tidak lagi mampu menghindari pemakaian gadget, terutama ponsel. Apalagi kini nyaris semua aktivitas bergantung pada teknologi.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana, paparan gadget sangat tinggi dialami usia 15 tahun hingga 20 tahun ke atas, di mana mereka mulai belajar mengeksplorasi diri.

  shutterstock

" Usia tersebut tergolong sebagai age possibilities, mereka bisa jadi apa aja," ujar Vera dalam acara press conference Marina Edukasi Perempuan Muda Taklukkan Tantangan di Era Digital, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.

" Dan media sosial itu memenuhi kebutuhan mereka semua untuk berekspresi, menunjukkan kemampuan serta melihat berbagai kemungkinan," tambah dia.

Namun, pemakaian gadget memiliki dampak positif dan negatif bagi seseorang. " Positifnya, seseorang bisa bebas berkarya dan melihat konten inspiratif atau menyerap informasi serta memperluas pergaulan," tutur Vera.

Jika berlebihan, penggunaan gadget bisa mengurangi produktivitas, menyebabkan gangguan tidur, meningkatkan kecenderungan perbandingan sosial, sulit konsentrasi saat belajar, dan hasil kerja maupun nilai juga bisa menurun.

  #SemakinBersinar

Sumber foto: Dream/ Cynthia Amanda Male

Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka mengidap hal tersebut akibat bermain gadget secara berlebihan.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dan kesadaran pribadi untuk bisa mengontrol waktu maupun penggunaan gadget setiap hari.

" Yang penting offline dan online harus seimbang. Membuat peta aktivitas. Pemakaian gadget enggak boleh ganggu tidur, makan tiga kali sehari dan waktu bergaul," ungkapnya.

Vera juga menyarankan untuk menghindari paparan gadget dua jam setelah bangun tidur dan satu jam sebelum tidur malam. " Dan jangan lupa fokus pada hal positif di medsos," tutupnya.

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal