Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Di masa liburan dan pandemik Covid-19 ini, banyak orangtua yang dengan `terpaksa` membiarkan anaknya bermain gawai. Tanpa aktivitas di luar rumah, anak memang akan menjadi cepat bosan sementara orang tuanya harus sibuk dengan tugas bekerja dari kantor.
Membiarkan anak tak rewel dengan membiarkan bermain gawai agar tak mengganggu pekerjaan memang tak bisa menjadi pembenaran. Terlebih ketika kita menyadari jika banyak efek negatif jika si buah tai bermain Ponsel tanpa pengawasan sama sekali.
Nabila Dian Nirmala, Psikolog Anak dan Pendidikan mengatakan ketertarikan anak pada gawai memang secara langsung disebabkan oleh kebiasaan orang tua.
“ Ada peran orangtua yang menyebabkan gadget sebegitu menariknya bagi anak,” jelas Nabila dalam webinar ‘Kampanye #SayItWithOreo, Cara Kreatif Dorong Keluarga Indonesia Berani Mengekspresikan Diri’, Rabu 1 Juli 2020.

Meskipun terlihat sulit untuk menjauhkan anak dari gawai, orangtua masih bisa mengatasinya dengan menampilkan hal yang lebih menarik.
“ Tampilkan hal yang lebih menarik dari gadget. Munculkan sisi interaksi antara anak dengan orangtua. Satu hal yang tidak bisa diperoleh dari gawai, seperti umpan balik kasih sayang, libatkan sisi emosional yang dibutuhkan anak,” jelasnya.
Orangtua juga tidak harus menjauhkan anak dari gawai. “ Nggak apa-apa ada gadget, tapi bermain bersama anak, walaupun hanya 10 menit. Lalu, sertai dengan kegiatan lepas gawai”.
Ketika bermain dengan anak tanpa gawai, orangtua tidak perlu menyediakan mainan mahal atau mewah. Anak bisa bermain dengan balok, buku, kotak kardus yang bisa disusun dan lain-lain.
“ Anak-anak kreativitasnya lebih luas dari apapun. Biarkan saja barang tergeletak dan rumah berantakan. Lihat apa kreasi yang bisa dilakukan si kecil,” tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya