Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah gaya hidup. Semakin banyak orang yang mengalami gangguan mental akibat pandemi.
Salah satu gangguan mental yang kerap dialami kala kondisi serba tak pasti seperti saat ini adalah kecemasan. Meski bisa diatasi dengan berlatih napas, namun ada juga yang memilih jalan cepat dengan mengonsumsi obat sebagai jalan keluar.
Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan adalah Diazepam. Tapi, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi obat tersebut. Berikut efek samping diazepam yang dilansir dari Sehatq.com.
Efek samping yang biasa dialami setelah mengonsumsi diazepam adalah mengantuk, kelelahan, lemah otot, sakit kepala, tremor, pusing, mulut kering atau air liur berlebihan, mual, sembelit serta ataksia.
Jika efek sampingnya ringan, hal tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Namun jika terasa berat, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.
Obat yang juga digunakan untuk mengatasi masalah ketika berhenti mengonsumsi alkohol, kejang serta ketegangan otot ini, memiliki efek samping lebih serius.
Sehingga, kamu harus berkonsultasi ke dokter jika mengalaminya. Terutama, jika efek samping ini terasa berat.
- Kejang semakin parah.
- Gangguan otak dan cara berpikir seperti depresi, kebingungan, vertigo, gangguan bicara, penglihatan kabur, hilang ingatan dan ingin bunuh diri.
- Senang berlebihan, cemas, halusinasi, tegang otot, gangguan tidur, gelisah atau agitasi.
- Gangguan hati atau penyakit kuning.
- Gangguan pada kandung kemih yang menyebabkan sulit buang air kecil.
- Peningkatan atau penurunan hasrat seksual.
- Tremor, kram perut, kram otot, berkeringat serta kejang.
Alergi
Hati-hati dengan munculnya reaksi alergi seperti kesulitan bernafas, pembengkakan tenggorokan atau lidah, gatal-gatal serta ruam ketika mengonsumsinya.
Reaksi dengan minuman tertentu
Jangan konsumsi diazepam dengan jus anggur yang bisa menyebabkan terhentinya organ hati. Hindari juga mengonsumsinya ketika minum alkohol.
Jika kamu memiliki atau menderita penyakit tertentu seperti ginjal, glaukoma, gangguan hati, myasthenia gravis atau MG (sejenis autoimun), sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Beberapa penyakit bisa berakibat fatal ketika mengonsumsi diazepam.
Golongan tertentu
Jangan konsumsi obat ini ketika hamil. Diazepam dapat menyebabkan masalah pada janin. Larangan ini juga berlaku untuk ibu menyusui, lansia serta anak-anak.
(Sumber: Sehatq.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya