Mimpi Pengayuh Becak Korban Biro Travel Akhirnya Terwujud...

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 21 April 2018 18:01
Mimpi Pengayuh Becak Korban Biro Travel Akhirnya Terwujud...
Taddang dan Lenteng sudah menyetorkan uang ke Abu Tours dan dijanjikan berangkat Januari atau Februari 2018.

Dream - Pasangan Daeng Taddang (83) dan Daeng Lenteng (50) hidup dengan sangat sederhana. Suami istri asal Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, Maros, Sulawesi Selatan ini hanya mengandalkan pendapatan Tatang dari menarik becak.

Setiap hari, pria yang mengaku tidak bisa baca tulis ini beroperasi di Pasar Bulu-bulu. Pendapatannya sudah pasti tidak menentu. Tetapi, dia menyimpan semangat untuk bisa berumroh bersama istri tercintanya.

Alhasil, sebagian pendapatan dia sisihkan. Selama 10 tahun keduanya rajin menabung. Niat utamanya, bisa pergi ke Tanah Suci.

Setelah dirasa cukup, pasangan ini mendaftar paket umroh kepada biro perjalanan Abu Tours. Mereka telah menyetorkan uang masing-masing sebanyak Rp17 juta.

Nyatanya, tabungan pasangan ini belum cukup. Mereka terpaksa harus meminjam Rp8 juta ke keluarga untuk memenuhi kekurangan biaya yang ditetapkan Abu Tours.

Uang sudah disetor. Taddang dan Lenteng mendapat janji manis bakal berangkat pada Januari atau Februari 2018. Setelah waktu yang dijanjikan tiba, mereka tetap berada di rumah. Keduanya menjadi korban penipuan Abu Tours.

 Korban Abu Tours

Sedih. Begitulah perasaan Taddang dan Lenteng. Hanya pasrah pada Sang Khalik yang bisa mereka lakukan. Batin mereka tetap berharap bisa menjadi tamu Allah SWT. Jika tidak bisa terwujud, keduanya menganggap memang tidak dipanggil Allah untuk bertamu ke Baitullah.

" Ya pasrah saja. Kalau Allah berkehendak, segala sesuatu bisa terjadi," kata Taddang, ketika diundang menjadi bintang tamu Hitam Putih.

Taddang dan istrinya tidak pernah berputus asa. Keduanya tetap memanjatkan doa. " Biar Allah kasih kami jalan melihat Kabah secara langsung sebelum kami mati," ucap Taddang.

Momen buruk yang dialami Taddang dan Lenteng membuat para pengurus Lembaga Amil Zakat Al Azhar tergerak. Misi mulia dijalankan. LAZ Al Azhar menyediakan dua paket umroh. Mimpi pasangan inipun terwujud.

Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar, Sigit Eko Sugondo yang duduk di bangku penonton tiba-tiba berjalan menuju panggung acara. Paket umroh diserahkan secara simbolis kepada Taddang dan Lenteng.

Seketika, keduanya tak kuasa menahan haru. Taddang dan Lenteng langsung bersimpuh. Sujud. Menghaturkan syukur pada Sang Kuasa atas nikmat yang baru mereka terima. Tak kuasa, air mata menetes, membasahi pipi keduanya.

 Korban Abu Tours

Sigit menyatakan Taddang adalah sosok yang inspiratif. Meski tengah dilanda kemalangan, pasangan ini tidak pernah putus asa. Sedangkan paket umroh tersebut adalah bentuk pelaksanaan amanah oleh LAZ Al Azhar.

" Insya Allah, kami membawa amanah dari para dermawan di luar sana supaya Bapak bisa mewujudkan cita-citanya pergi ke Tanah Suci. Semoga Allah meridhoi usaha kita semua," kata Sigit melalui keterangan tertulis.

Lewat anaknya, Rusli, Taddang dan Lenteng mengucapkan syukur dan terima kasih. Akhirnya, mimpi kedua orangtuanya bisa terkabul.

" Alhamdulillah hari ini doa bapak saya terkabulkan. Dan buat donatur terima kasih atas bantuannya kepada orang tua saya. Semoga bantuan ini bisa dibalas kebaikan oleh Allah SWT," ucap Rusli. (ism) 

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian