Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur
Satpam UGM Hadiri Wisuda Gelar Doktor Anaknya (ugm.ac.id)
Dream - Sejak pagi hingga menjelang siang pada Kamis, 19 April 2018, Teguh Tuparman berada di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Meski mengenakan seragam Satuan Keamanan dan Ketertiban Kampus (SKKK), Teguh tidak sedang tugas jaga.
Ternyata, dia sedang menghadiri prosesi Wisuda Program Doktoral UGM bersama istrinya. Salah satu peserta wisuda itu adalah putri sulungnya, Retnaningtyas Susanti, yang menyandang gelar Doktor Antropologi.
Ya, Teguh adalah anggota SKKK UGM. Ketika dia bergabung menjadi satpam di 'Kampus Biru' 33 tahun lalu, si sulung lahir.
" Saya percaya ini memang sudah rezeki, semua sudah diatur," ujar Teguh, dikutip dari ugm.ac.id, Jumat 20 April 2018.
Teguh masih ingat saat-saat mengajak Tyas kecil berpatroli keliling kampus tiap akhir pekan. Setiap kali keluar masuk komplek fakultas-fakultas, muncul keinginan dalam hati Teguh agar kelak anaknya bisa belajar di salah satu gedung di sana.
Ditambah lagi, Teguh bekerja di lingkungan orang-orang pandai dan cendekia. Mimpi Teguh kemudian berubah menjadi tekad.
" Kan saya kerja di tempatnya orang-orang pintar, jadi saya ingin juga anak saya nanti bisa seperti orang-orang ini," kata Teguh.
Tentu berat bagi Teguh untuk bisa memberikan pendidikan setinggi mungkin kepada putrinya. Berkat tekad yang telah kuat tertanam, Teguh tetap mendukung Tyas menempuh pendidikan setinggi mungkin di universitas yang juga berjuluk Kampus Kerakyatan.
" Dulu ya harus korban moril dan materiil, utang sana sini," kata Teguh.
Meski begitu ada keyakinan dalam diri Teguh, memanfaatkan uang untuk kebaikan tentu berbalas kebaikan pula. Dia pun membuktikan keluarganya hidup cukup meski penghasilannya sebagai satpam begitu terbatas.
" Empat anak kami semua kuliah," tutur Teguh.
Tyas merasakan betul dampak dukungan yang diberikan kedua orangtuanya. Saat menjalani program Strata-1, Tyas mampu meraih gelar Sarjana hanya dalam waktu 3 tahun 7 bulan. Dia kemudian berkarier sebagai peneliti pada Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK).
Tyas lalu memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister. Bedanya, jika biaya kuliahnya saat Sarjana ditanggung Teguh, Program Magister ditempuh Tyas dengan biaya sendiri.
" Waktu saya kuliah S1 bapak dukung penuh. Meski awalnya saya tidak yakin bisa kuliah, bapak yakinkan bahwa saya bisa kuliah. Tapi waktu saya mau S2 bapak tidak bisa membiayai lagi karena adik-adik saya juga masih sekolah semua," ucap Tyas.
Semangat Tyas tidak patah. Dia jalani pelbagai profesi sampingan demi bisa kuliah lagi. Bekerja di warung kopi maupun berjualan pernah dijalani Tyas.
" Saya masih ingat dulu sering berjualan salak di depan sini (UGM)," kata Tyas.
Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Tyas meraih gelar Magister Pariwisata pada 2011. Dia lalu menjadi tenaga pengajar di Universitas Andalas, Sumatera Barat.
Pada 2013, Tyas kembali ke almamater tercinta. Dia menempuh program Doktoral dengan beasiswa BPPDN Dikti.
Gelar yang baru kemarin diraih menggenapkan mimpi Tyas untuk membuat orangtuanya bangga. Mimpi itu terbayar lunas.
" Saya ingin Bapak dan Ibu melihat saya dikukuhkan sebagai guru besar suatu hari kelak," ucap Tyas.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah