Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Harus sholat seketika setelah bangun atau tidak?
Dream - Setiap Muslim mengawali harinya dengan melaksanakan satu kewajiban yaitu Sholat Subuh. Sholat ini didirikan di waktu relatif singkat, antara terbit fajar sampai langit menjadi terang.
Karena singkatnya waktu, mungkin ada sebagian dari kita pernah melewatkan waktu Subuh. Bisa disebabkan saking lelapnya tidur akibat kelelahan.
Padahal, kita sudah menyetel alarm agar berbunyi beberapa saat sebelum Subuh. Harapannya, kita punya waktu bersiap diri untuk sholat setelah bangun tidur.
Eh, ternyata kita bangun kesiangan. Alhasil, waktu Subuh pun terlewat sudah.
Jika menghadapi situasi seperti ini, apa yang harus dilakukan?
Dikutip dari Islami.co, jumhur ulama menyatakan ketika ada sholat yang terlalaikan akibat unsur ketidaksengajaan, maka wajib qadha begitu sadar. Dasarnya adalah hadis riwayat Muslim.
"Sebenarnya bukanlah kategori lalai jika karena tertidur. Lalai adalah bagi orang yang tidak shalat sampai datang waktu shalat lainnya. Barang siapa yang mengalami itu maka shalatlah dia ketika dia sadar."
Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqhus Sunnah menyatakan wajib mengqadha Sholat Subuh begitu seseorang bangun tidur, sebagaimana pendapat jumhur ulama. Peristiwa ini ternyata juga pernah dialami Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat, seperti tercantum dalam riwayat Bukhari dan Muslim.
"Mereka bersama Nabi SAW dalam sebuah perjalanan yang sampai larut malam hingga menjelang Subuh mereka istirahat. Lalu mereka tertidur sampai meninggi matahari. Pertama yang bangun adalah Abu Bakar, dia tidak membangunkan Nabi SAW sampai dia bangun sendiri. Lalu bangunlah Umar, lalu Abu Bakar duduk di sisi kepala Nabi. Lalu dia bertakbir dengan meninggikan suaranya sampai Nabi SAW terbangun. Lalu beliau keluar dan Sholat Subuh bersama kami."
(ism)