Dendam Ibu Tewaskan 25 Taliban

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 18 Desember 2014 13:43
Dendam Ibu Tewaskan 25 Taliban
Kala itu, keluarga Gul harus berhadapan dengan 400 militan Taliban yang terlatih. Akhirnya, aksi jual beli tembakan tersebut berakhir dengan tewasnya 25 angota Taliban.

Dream - Penyerangan kelompok Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, membuat banyak orang prihatin. Sebanyak 141 orang tewas dalam serangan Senin itu, 132 anak-anak dan 9 lainnya adalah staf sekolah.

Aksi Taliban tak hanya sekali itu saja. Sebelumnya, kelompok ini telah melakukan serangan yang menewaskan sejumlah orang. Ulah mereka mengundang kecaman banyak orang.

Bahkan ada pula keluarga korban yang melakukan aksi balas dendam. Salah satunya dilakukan Reza Gul, seorang ibu yang anaknya tewas dalam baku tembak melawan taliban.

Kisah itu bermula saat serangan Taliban pada pos keamanan di Distrik Balabolok, wilayah barat Provinsi Farah, pada 17 November lalu. Saat itu, anak Reza yang merupakan seorang polisi berada di pos itu. Sang anak pun tewas diterjang peluru Taliban.

" Taliban menyerang desa kami dan pos anak saya pada waktu fajar," kenang Gul sebagaimana dikutip Dream dari Daily News, Kamis 18 Desember 2014.

" Setelah melihat jenazah putra saya, saya mengambil senjatanya dan memutuskan untuk bertempur dengan pembunuh anak saya hingga mati," tambah dia.

Aksi Gul ini membakar semangat angota keluarganya. Termasuk sang menantu, Seema, yang suaminya kala itu baru saja terbunuh. Mereka bergabung dengan polisi, bahu-membahu melawan Taliban dalam pertempuran sengit selama tujuh jam.

Kala itu, keluarga Gul harus berhadapan dengan 400 militan Taliban yang terlatih. Akhirnya, aksi `jual beli` tembakan berakhir dengan tewasnya 25 angota Taliban. Lima lainnya terluka.

" Peperangan semakin sengit saat kami berada di lokasi pertempuran dengan senjata ringan dan berat," tutur menantu Gul, Seema. " Kami bertekat bertempur hingga peluru terakhir."

Aksi keluarga Gul ini mendapat apresiasi dari kepala polisi Provinsi Farah, Jenderal Abdul Razaq Yaqubi. " Kami bangga dengan keberanian keluarga ini dan ini adalah kisah yang akan diingat dalam waktu yang lama oleh polisi dan penduduk Provinsi Farah," tutur Abdul Razaq. (Ism)

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More