Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Al Arabiya
Dream - Bila Anda pernah ke Masjidil Haram, pasti pernah melihat petilasan Nabi Ibrahim di dekat Kabah. Petilasan itu berupa jejak kaki.
Menurut peneliti Arab Saudi, Mohi Eddine Hashemi, Allah mengirimkan hajar aswad dan batu suci dari surga setelah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, menerima perintah membangun Kabah.
Hashemi menambahkan, batu suci ditandai dengan bekas telapak kaki Nabi Ibrahim. Setelah pembangunan Kabah, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu suci itu dan kakinya membentuk tanda pada batu itu sebagai pertanda pembangunan rumah suci itu.
Sepanjang sejarahnya, batu itu tetap berdekatan dengan Kabah dan menjadi salah satu landmark Mekah. Namun, menurut Hashemi, jejak kaki itu semakin lama semakin memudar.

Tanda itu bahkan hampir menghilang karena banyak orang menyentuhnya selama bertahun-tahun.
Saat 'menakhlukkan' Mekah, Nabi Muhammad dan para sahabat memutuskan untuk memindah batu petilasan itu dari tempat semula, digeser ke tempat batu itu sekarang berada, yang jaraknya sekitar 10 meter dari Kabah.

Pemindahan itu dilakukan untuk mempermudah ibadah tawaf kaum Muslim dan memungkinka jemaah sholat di belakang petilasan itu sebagimana digambarkan dalam Alquran.
Menurut para sejarawan, pemimpin pertama yang memberi pelindung batu petilasan itu adalah Abbasid Caliph al-Mahdi. Kalifah Al-Mutawakkil melapisinya dengan emas dan perak untuk memperkuatnya.
Di era Saudi, khususnya pada generasi Raja Faisal, ada perintah perluasan. Sebuah kaca kristal dan penutup perak dipasang pada petilasan itu.
Kemudian direnovasi saat pemerintahan Raja Fahd, dengan memasang kaca tahan panas dan antipecah di atas petilasan itu.
Wallahu a'lam
Sumber: Al Arabiya
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya