1 Pesawat Boeing untuk 1 Penumpang

Reporter : Puri Yuanita
Jumat, 21 Agustus 2015 06:04
1 Pesawat Boeing untuk 1 Penumpang
Tak disangka, saat memasuki pesawat ia malah mendapati tak ada satu pun penumpang lain di dalamnya.

Dream - Tak seperti penerbangan sewajarnya, dalam penerbangan ini seorang pria menjadi satu-satunya penumpang di pesawat Air Zimbabwe.

Pria bernama Nigel Short terbang dari Johannesburg, Afrika Selatan ke Victoria Falls di Zimbabwe seorang diri. Pesawat Boeing 737 yang ditumpanginya memiliki kapasitas sebanyak 105 kursi. Namun tak dinyana, saat memasuki pesawat ia malah mendapati tak ada penumpang lain di dalamnya.

Dilansir dari laman Foxnews, Kamis 20 Agustus 2015, Nigel mengatakan, ia sempat mengira dirinya salah naik pesawat. Ia bahkan sempat kembali keluar pesawat hingga 5 kali untuk memastikan bahwa ia berada dalam pesawat yang benar.

" Saya pergi check in dan mereka bilang jangan terlambat karena kami hanya memiliki 4 penumpang. Jadi, saya berusaha untuk sampai di gate dengan tepat waktu. Namun ternyata tak ada seorang pun di sana," ujar Nigel

Setelah sempat kebingungan, akhirnya awak pesawat menginformasikan kepada Nigel bahwa ia akan terbang sendiri tanpa penumpang lain.

Penerbangan itu bak penerbangan pribadi bagi Nigel. Ia pun bebas memilih untuk duduk di kursi mana saja. Bahkan dalam setiap pengumuman atau demonstrasi yang dilakukan awak pesawat, kata yang seharusnya 'penumpang' berubah menjadi namanya 'Tuan Short'.

" Saya tidak bisa membayangkan. Saya rasa, saya tidak akan pernah memiliki pengalaman seperti itu lagi," katanya.

Karena begitu terkesan, Nigel sampai-sampai membagi cerita pengalamannya itu ke media sosial.

" Saya tidak mengatakan bahwa mereka kehilangan uang, tapi saya satu-satunya penumpang di Air Zimbabwe 737 dari Jo'burg-Victoria Falls," begitu tulisnya di twitter. Tak ayal publik pun ramai mengomentari hal ini.

Sementara pihak maskapai Air Zimbabwe menanggapi, penerbangan yang membawa penumpang sedikit sebetulnya boleh saja dibatalkan.

Namun, Asisten dari CEO Air Zimbabwe, Emma Benhura menjelaskan bahwa pembatalan penerbangan tak dilakukan untuk alasan operasional dan profesionalitas. (Ism) 

Beri Komentar