Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi
Dream - Melalui analisis big data, seseorang bisa mendapatkan informasi secara cepat dalam jumlah yang besar.
Seperti pada pekan lalu, hasil analisis terhadap big data menunjukkan bahwa sebagian besar pengemudi taksi dan layanan limousin di New York City memiliki nama depan Muhammad.
Hal ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pengemudi taksi dan layanan limousin di New City adalah muslim.
Temuan ini diungkap oleh Noah Deneu, seorang insinyur listrik dan pengguna Reddit. Deneu mengatakan, melalui analisis big data, ia bisa memantau aktivitas pengemudi saat tiba waktu salat lima waktu.
Dalam pengamatannya, Deneu menemukan bahwa selama jam-jam salat, para sopir taksi tidak melakukan aktivitasnya selama 30 hingga 45 menit.
Dari pola yang didapatnya, Deneu bisa menunjukkan ada 4 orang sopir taksi yang tak beraktivitas karena menjalankan salat.
" Ini adalah proyek sampingan yang mungkin menarik. Tapi bisa baik atau buruk," katanya. Deneu menambahkan bahwa banyak sekali data pribadi berkeliaran di big data yang seharusnya anonim.
Ternyata ini bukan kali pertama data sopir taksi bocor ke publik yang kemungkinan bisa disalahgunakan.
Vijay Pandurangan, pengembang software, telah mengingatkan data pribadi sopir taksi bisa disalahgunakan.
Data tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengungkap identitas, pendapatan tahunan hingga alamat mereka.
Pada tahun lalu, pecandu data Chris Whong mendapatkan 20 Gb Data yang berisi informasi detail dari 173 juta sopir taksi di New City pada 2013.
Sementara itu Anthony Tockar, pegawai magang perusahaan analisis data Neustar, mengklaim bisa mengungkap bisa menunjukkan data taksi mana saja yang menjadi langganan selebriti populer. Termasuk siapa saja yang menjadi pelanggan Larry Flynt's Hustler Club di Hell's Kitchen, Manhattan.
(Sumber: Mashable)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

