Pemain Timnas Perancis Itu Menjadi Muslim Sejak 2002
Dream - Dalam upaya melawan kecanduan alkohol, pesepakbola muslim asal Perancis, Franck Ribery telah membuka kafe bebas alkohol, di mana hanya menyediakan aneka jus.
" Saya ingin sebuah konsep yang sedikit berbeda dari biasanya. Kafe yang bebas alkohol," kata pemain yang kini merumput di Bayern Munich kepada surat kabar Prancis La Voix du Nord dikutip Onislam.net beberapa waktu lalu.
Gelandang berusia 31 tahun itu menamai kafe miliknya, O'Shahiz, mengambil nama dari dua putri dia, Shahinez dan Hizya. Bar bebas alkohol itu berlokasi di kota Boulogne -sur-Mer, Perancis-- dekat rumah Ribery.
Kata Ribery, tujuan dia terjun ke bisnis ini untuk mendorong warga Perancis meninggalkan minum alkohol. " Bar ini menjadi alternatif bagi Muslim Perancis yang merasa tidak nyaman dengan bar-bar yang menawarkan minuman alkohol," ujarnya.
Pemain timnas Perancis itu menjadi muslim sejak 2002, ketika dia memutuskan menikah dengan Wahiba, wanita Prancis keturunan Aljazair.
Ribery mengatakan kepada majalah Le Paris Match, dia merasa nyaman dan aman dengan Islam. " Islam mengambil sikap tanpa kompromi dalam melarang minuman keras. Melarang Muslim minum atau bahkan menjual alkohol," kata dia menegaskan.
Diketahui, Ribery pernah marah kepada rekan-rekannya di Bayer Munchen lantaran diguyur dengan bir saat perayaan juara Bundesliga 2013. Sebagai seorang muslim, dia percaya kalau segala bentuk kontak dengan bir adalah haram.