Modal Rp 25 Ribu, Rahasia `Pacman` Juara Dunia

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 21 April 2015 16:17
Modal Rp 25 Ribu, Rahasia `Pacman` Juara Dunia
Kisah ketenaran Pacquiao bagaikan sebuah dongeng. Ia dikenal sebagai petinju kaya yang dermawan. Rumah mewahnya selalu terbuka buat kaum miskin.

Dream - Di balik nama besar Manny Pacquiao di dunia tinju, tersimpan cerita mengharukan dalam perjalanan kariernya.

Pacman begitu ia disapa lahir, dari keluarga miskin di Filipina. Dia hidup dalam keluarga broken home. Sang ibu, Dionesia Dapidran, harus bercerai dengan ayahnya, Rosalio Pacquiao, ketika usia Pacman masih 6 tahun.

Kala itu, hak asuh Pacquiao dimenangkan Dionesia. Namun, kondisi ekonomi Dionesia sangat memprihatinkan usai bercerai. Ia harus berjuang sendiri demi menghidupi Pacman beserta 5 saudaranya.

Tak tega melihat sang ibu 'banting tulang' sendirian, Pacman berinisiatif membantu mencari uang. Dari situlah ia berminat pada sebuah tawaran dari orang yang tak dikenal untuk bertarung tinju, Pacman saat itu berusia 12 tahun.

" Dia menawarkan saya dan beberapa teman untuk bertarung. Saya paham tentang tinju. Tapi, dia mengatakan tidak perlu takut, apa pun hasilnya saya akan dapat hadiah 2.000 peso atau US$ 2 (Rp25 ribu) untuk yang menang. Jika kalah 1.000 peso," kata Pacquiao mengenang kisahnya dikutip Dream dari Daily Mail, Selasa 21 April 2015.

Tawaran itu diterima dan Pacman menang. Uang US$ 2 (Rp 25 ribu) yang didapat diberikan ke ibu agar bisa memasak lebih banyak.

" Ketika dia tanya dari mana saya dapat uang, saya tidak bilang itu bukan hasil bertarung." ujarnya.

Ia rupanya ketagihan bertarung lagi dan selalu menang. Pacquiao mulai tertarik masuk sasana tinju ketika sang paman memperlihatkan kepadanya video pertandingan Muhammad Ali, George Foreman dan Evander Holyfield.

" Dari situ saya mulai karir tinju. Bagi saya, tinju adalah olahraga terbaik karena mengajarkan tentang kehidupan. Filosofinya bagi saya adalah kalian akan mendapatkan sesuatu jika berusaha menampilkan yang terbaik," kata Pacman.

Prestasi Manny Pacquiao di dunia tinju sudah tak diragukan lagi. Ia jadi satu-satunya petinju yang pernah juara di 8 kelas berbeda.

Dan kini ia akan bertarung dengan Floyd Mayweather Jr, 38. Pertandingan tinju termahal dalam sejarah dengan nilai US$ 300 juta ini direncanakan akan berlangsung pada 2 Mei waktu setempat atau 3 Mei waktu Indonesia, di MGM Grand Garden, Las Vegas, Amerika Serikat.

Tidak seperti Mayweather, Pacquiao mengatakan bahwa masuk ke ring bukan tentang uang, dan sejarah karirnya tidak akan ditentukan oleh megaduel ini.

Pacquiao mengatakan 'insting membunuhnya' telah kembali saat menghadapi Mayweather nanti.

Dalam kesempatan itu, Pacquiao menebar nasihat kepada Mayweather 'Money Man' tentang gaya hidup. Mayweather dikenal sebagai petinju yang suka menghabiskan kekayaannya untuk barang mewah, mobil dan pesta.

" Tinju mengajarkan kita tentang kehidupan. Ada pelajaran tentang menerima dan memberi di dalamnya," kata Pacquiao yang terkenal sebagai petinju kaya yang dermawan di negaranya.

" Jika pertandingan ini usai, saya ingin berbicara dengannya tentang Tuhan dan bagaimana segala sesuatu yang kita dapatkan adalah karunia dari-Nya."

Pacquiao bersikeras dia menerima pekerjaan ini bukan untuk uang, tetapi lebih karena dia mencintai dunia tinju. (Ism)

Beri Komentar