Anjum Rahman (The New Zealand Herald)
Dream - Muslimah berhijab, Anjum Rahman, tengah bersiap untuk bersaing dalam pemilihan parlemen Selandia Baru. Kandidat dari Partai Buruh ini akan maju dalam pemilihan mewakili Kota Hamilton. Jika terpilih, dia ingin membantu komunitas muslim di negara itu.
" Bagi saya, berjuang untuk menjadi pejabat publik merupakan perpanjangan dari kerja sosial yang telah saya lakukan selama ini," tutu Anjum dikutip Dream dari The New Zealand Herald, Selasa 15 Juni 2014.
Perempuan asal India yang sudah menjadi anggota Partai Buruh selama sepuluh tahun ini punya prestasi lumayan. Oleh sebab itu, dia diharapkan menempati peringkat 30 besar kandidat yang diusung Partai Buruh dalam pemilihan umum 20 September mendatang.
" Saya tidak berharap, tapi saya bekerja untuk mencapai hasil maksimal sebisa yang saya lakukan. Daftar (anggota parlemen) ditentukan oleh seluruh rakyat dalam dua minggu," tutur muslimah 47 tahun ini.
Muslimah yang pindah dari India ke Selandia Baru pada tahun 1972 ini bekerja sebagai akuntan selama dua puluh tahun. Sebelum menjadi akuntan, dia meraih gelar sarjana dan master Ilmu Manajemen dari Universitas Waikato.
Anjum juga seorang aktivis. Setidaknya dua organisasi yang dia gawangi. Yaitu Shama -Pusat Perempuan Etnis di Kota Hamilton- dan Waikato Community Broadcasting Charitable Trust –yang bertanggung jawab menjalankan Free FM, bekas radio komunitas di Hamilton.
Tahun lalu ibu dua anak ini gagal terpilih dalam pemilihan anggota Dewan Kota Hamilton. Jika September mendatang dia terpilih dalam pemilihan umum, maka Anjum akan menjadi muslimah berhijab pertama yang menjadi anggota parlemen dalam sejarah Selandia Baru.
" Saya sangat bangga menjadi muslimah pertama di parlemen, tapi itu bukan satu-satunya tentang saya," kata dia. Namun jika terpilih dia bukan muslim pertama di parlemen. Sebab pada 2002 silam, muslim keturunan Pakistan, Ashraf Choudhary, terpilih jadi anggota parlemen dan disumpah menggunakan Alquran. (Ism)