KH Ali Mustafa Yaqub dan Haji Pengabdi Setan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 28 April 2016 11:15
KH Ali Mustafa Yaqub dan Haji Pengabdi Setan
KH Mustafa Ali Yaqub mengkritik perilaku beribadah umat Islam di tanah air yang getol berkali-kali menjalankan ibadah haji.

Dream - Mendiang KH Ali Mustafa Yaqub, tak hanya menyiarkan dakwah keagamaan semata. Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga meninggalkan sejumlah tulisan penting.

Salah satu tulisan yang dianggap penting dalam kajian Ali Mustafa berjudul " Haji Pengabdi Setan" . Dalam tulisan itu, Ali Mustafa mengkritik kegiatan beribadah umat Muslim di Indonesia.

Bagi Ali, umat Muslim di Indonesia kerap bangga jika dapat berhaji berulang kali. Padahal, secara prinsip Nabi Muhammad SAW hanya menjalankan ibadah haji sekali dalam masa hidupnya.

" Namun Nabi SAW tidak beribadah haji pada 8 H itu. Juga tidak pada 9 H. Pada 10 H, Nabi SAW baru menjalankan ibadah haji. Tiga bulan kemudian, Nabi SAW wafat. Karenanya, ibadah haji beliau disebut haji wada' (haji perpisahan). Itu artinya, Nabi SAW berkesempatan beribadah haji tiga kali, namun beliau menjalaninya hanya sekali," papar Ali Mustafa.

Menurut Ali Mustafa, Rasulullah lebih memilih menjalankan ibadah sosial (ibadah muta'ddiyah) ketimbang ibadah individual (ibadah qashirah). Rasullullah, dalam pandangan Ali Mustafa, menjanjikan keutamaan bagi mereka yang menjalankan ibadah sosial.

" Menyantuni anak yatim, yang termasuk ibadah muta'addiyah, misalnya, oleh Nabi SAW, penyantunnya dijanjikan surga, malah kelak hidup berdampingan dengan beliau. Sementara untuk haji mabrur, Nabi SAW hanya menjanjikan surga, tanpa janji berdampingan bersama beliau. Ini bukti, ibadah sosial lebih utama ketimbang ibadah individual," tulis pria kelahiran Batang, 2 Maret 1952 itu.

Tulisan yang dimuat di Majalah Gatra, 16 Januari 2006 itu ditutup dengan kesimpulan yang menyentil. Sebab, Ali Mustafa ingin menunjukkan bagaimana niat suatu ibadah dapat melenceng, dari yang baik menjadi buruk.

Dia beralasan, iblis telah memiliki jam terbang dalam menggoda manusia. Iblis terkadang tak lagi menggunakan cara-cara klasik untuk menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan.

" Iblis tidak akan menyuruh orang yang suka beribadah untuk minum khamr. Tapi Iblis menyuruhnya, antara lain, beribadah haji berkali-kali. Ketika manusia beribadah haji karena mengikuti rayuan iblis melalui bisikan hawa nafsunya, maka saat itu tipologi haji pengabdi setan telah melekat padanya. Wa Allah a'lam," kata dia.

Kini, sosok yang membangun kecerdasan umat Muslim itu telah wafat. Dia meninggal dunia pada Kamis, 28 April 2016 pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Ciputat, Tangerang Selatan.

Meski begitu, peninggalan dan petuah-petuah penting lulusan Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi itu akan terus membekas bagi kedewasaan umat Islam di tanah air.

 

Beri Komentar