Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Reuters/Al Arabiya)
Dream - Kasus gadis Muslim dilarang masuk kelas karena memakai rok hitam panjang menuai kecaman dari warga Perancis.
Gadis 15 tahun bernama Sarah itu ditolak masuk kelas sebanyak dua kali oleh kepala sekolah, karena memakai rok panjang berwarna hitam. Alasannya, busana itu dianggap tidak sesuai dengan prinsip sekularisme yang dianut Perancis.
Pihak sekolah mengatakan rok panjang, populer di kalangan wanita Muslim, menunjukkan afiliasi agama secara mencolok.
Pakaian seperti itu dilarang dipakai di sekolah-sekolah menurut undang-undang sekularitas yang ketat Perancis.
" Gadis itu bukan dilarang masuk kelas, ia diminta untuk pulang dan kembali dengan pakaian yang lebih netral. Namun tampaknya ayahnya tidak ingin dia kembali ke sekolah," kata Patrice Dutot, pejabat dinas pendidikan kota Charleville-Mezieres seperti dikutip Al Arabiya, Kamis 30 April 2015.
Dutot menambahkan para siswa Muslim selalu melepas hijab mereka, sebelum memasuki lingkungan sekolah, seperti yang ditetapkan oleh undang-undang.
Sesuai undang-undang yang diterbitkan pada 2004, warga Perancis dilarang memakai simbol-simbol keagamaan di sekolah-sekolah.
Simbol-simbol yang dimaksud termasuk hijab, kipaa atau peci Yahudi dan salib. Namun simbol-simbol agama yang 'tak terlalu mencolok' masih diperbolehkan.
Kepada harian lokal L'Ardennais, Sarah mengatakan bahwa rok yang dipakainya tidak ada yang istimewa. Rok itu biasa saja, tidak ada yang mencolok. Tidak ada simbol agama apapun di atasnya.
Kasus Sarah dengan hashtag #JePorteMaJupeCommeJeVeux ini menjadi trending topic di Twitter Perancis pada hari Selasa. Hashtag Sara itu jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti 'Aku memakai rok karena aku menyukainya'.
Namun dinas pendidikan setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa memakai rok semacam itu bisa menjadi pemicu 'provokasi'.
Menurut CCIF, pemantau Islamophobia, sekitar 130 siswa ditolak masuk kelas tahun lalu karena memakai pakaian yang dinilai terlalu mencolok secara keagamaan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya