Ilustrasi
Dream - Sering kita mendengar saran dari sekitar kita untuk terus mengucap zikir. Di majelis-majelis, di masjid-masjid, di surau-surau, zikir selalu dilantunkan.
Bahkan di lingkungan terkecil, banyak orangtua mengingatkan anak-anaknya untuk selalu berzikir. Begitu pula sebaliknya.
Zikir merupakan amalan yang ternyata tidak sekadar ucapan lisan. Di balik zikir, ada kekuatan yang mampu menggerakkan hati manusia. Jika hati sudah tergerak, manusia akan cenderung menjalankan kebaikan.
Hati adalah unsur paling pokok pada diri manusia. Jika hati manusia telah mati, maka kemanusiaan menjadi tercerabut dan manusia bebas bertindak tanpa kendali.
Ibnu 'Athaillah, seperti dituturkan Ibnu Ajibah dalah Iqadul Himam, menyebut di antara tanda matinya hati adalah hilangnya rasa sedih dan penyesalan akibat berbuat yang bertentangan dengan kehendak Allah SWT.
Ibnu Ajibah sendiri menyebut ada tiga tanda yang menyebabkan matinya hati. Tiga tanda itu adalah cinta dunia, lalai dari zikir kepada Allah, dan membiarkan badan jatuh dalam kemaksiatan.
Rasulullah Muhammad SAW sendiri membuat perumpaan orang yang tidak berzikir kepada Allah SWT. Hal itu seperti tertuang dalam hadis diriwayatkan Bukhari.
" Perumpamaan antara orang yang zikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati."
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%